Lebaran Ketupat Jadi Tradisi yang Kental Bagi Orang Madura, Budayawan Sumenep: Membangun Ukhuwah Antar Manusia

- Redaksi

Jumat, 4 April 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar (Doc. Seputar Jatim)

Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Lebaran Ketupat menjadi tradisi yang cukup kental di Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang biasa jatuh pada H+7 Hari Raya Idul Fitri.

Hampir setiap rumah di Sumenep akan menyajikan berbagai hidangan ketupat pada perayaan Lebaran Ketupat atau bagi orang Madura dikenal dengan Tellasan Topa’.

Tradisi ini juga diisi dengan saling menghantarkan masakan ketupat antar tetangga. Lebih tepatnya mungkin bertukar masakan antara satu rumah dengan rumah yang lain.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Gema Takbir Idul Fitri 2025, Wujud Kebersamaan dan Syiar Islam

Dibalik itu, ternyata ketupat ini memiliki filosofi yang cukup dalam, dan lekat dengan kearifan lokal. Beberapa orang menyebut bahwa ketupat atau dalam Bahasa Madura disebut ‘topa’, merupakan singkatan dari mamonto’ tabu’ se kepa’. Jika diterjemahkan dalam terjemahan bebas, bisa diartikan ‘mengenyangkan perut yang lapar’.

Namun ada juga yang menyebut topa’ itu ‘paesto ban pateppa’. ‘Esto’ apabila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bisa berarti perhatian atau kepedulian. Sedangkan ‘pateppa’, bisa diartikan sebagai tingkah laku yang menjunjung tinggi etika dan kesopanan.

Salah satu Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar menuturkan, singkatan topa’ atau ketupat itu sudah turun temurun dikenal masyarakat. Bahkan, ada filosofi mendalam pada sebutan topa’ atau ketupat.

“Topa’ di dalamnya berisi beras. Beras itu hanya diisi separuh ‘orong topa’ nya. Ketika dimasak, baru beras akan mengembang hingga penuh satu orong. Itu filosofinya bagaimana membangun ukhuwah antar manusia atau hablum minannas,” tuturnya, Jumat (4/4/2025)

Menurutnya, filosofi topa’ tidak hanya sekedar nama, tapi secara keseluruhan. Filosofi topa’ bisa dilihat dari banyak perspektif.

Kata dia, topa’ terbuat dari janur kuning, dan bukan daun lontar. Filosofinya adalah pohon kelapa itu tahan terhadap cuaca dan segala kondisi.

“Kemudian kenapa janur muda yang digunakan untuk membuat orong topa’, karena memang itu bagian paling baik dan menggambarkan masa depan. Jadi, filosofi ketupat memang kental dengan kearifan lokal,” beberny.

Ia pun mengaku, bahwa semua yang berkaitan dengan terjemahan filosofi, termasuk kebudayaan, masih sangat debatable.

Baca Juga :  Jelang H-1 Lebaran Idul Fitri 1446 H, Jumlah Penumpang di Terminal Arya Wiraraja Alami Penurunan

“Kalau saya mungkin lebih baik yaa diambil sisi positifnya saja. Diambil yang baik-baik saja, supaya ada pelajaran berarti yang bisa kita ambil,” imbuhnya. (EM)

 

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru