Menu Tak Sesuai, MBG di Sumenep Diduga Asal-Asalan dan Tak Penuhi Standar

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 10:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MAKANAN: Menu MBG yang disediakan SPPG Kecamatan Pragaan (Doc. Seputar Jatim)

MAKANAN: Menu MBG yang disediakan SPPG Kecamatan Pragaan (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, justru menuai sorotan tajam.

Sejumlah guru hingga walid murid di Kecamatan Pragaan, mengeluhkan pelayanan penyedia MBG yang dinilai asal-asalan dan tidak sesuai dengan menu yang telah disepakati sebelumnya.

Salah satu Wali Murid RA, berinisial FT, mengaku ini bukan kali pertama pihaknya menerima makanan yang tidak sesuai menu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bukan menolak programnya, tapi pelaksanaannya yang sembrono. Anak-anak butuh makanan bergizi, bukan asal kenyang. Kalau seperti ini terus, tujuannya tidak akan tercapai,” tegasnya, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga :  Ancam Dicoret dari Daftar PKH, Ketua Kelompok di Sumenep Paksa Warga Serahkan ATM dan PIN Sejak 2023

Lanjut ia mengatakan, bahwa pihak sekolah sudah melaporkan hal ini kepada koordinator MBG tingkat kecamatan agar segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap pihak yang terlibat benar-benar mengevaluasi penyedia yang tidak disiplin dan tak sesuai. Jangan sampai program bagus seperti ini rusak hanya karena ulah oknum yang asal kerja,”  tambahnya.

Sementara itu, Salah Satu Guru ASN yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa pihaknya menolak distribusi makanan karena kualitas dan menu yang dikirim jauh berbeda dari daftar yang ditetapkan.

“Seharusnya menunya ayam dan sayuran segar, tapi yang datang cuma nasi putih dengan tahu, cilok, susu indomilk terkadang air botol kecil. Itu jelas tidak sesuai standar gizi yang ditentukan,” ujarnya.

Lanjut guru tersebut juga menambahkan, pihaknya menilai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pragaan, bekerja tidak profesional dan tidak sesuai aturan.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Hormati Langkah Hukum KPK terhadap Bupati Ponorogo, Said Abdullah: Kami Tidak Akan Intervensi

“Kami mendukung program pemerintah yang bagus ini, tapi pelaksanaannya harus serius dan sesuai aturan. Anak-anak tidak boleh dijadikan korban karena kelalaian penyedia,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan
Inspektorat Sumenep Siap Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Meddelan
Dana Desa Meddelan Diduga Tak Sesuai Peruntukan, Inspektorat Sumenep Didesak Turun Tangan
Suarakan Semangat Nasionalisme, IWO Sumenep Kembali Hadirkan Lomba Baca Puisi dan Pidato Bung Karno 2026 se-Madura

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:08 WIB

Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:35 WIB

Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Berita Terbaru