SUMENEP, Seputar Jatim Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut pada momentum mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 agar tidak menggunakan jasa calo dalam pengurusan tiket kapal.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah praktik penipuan serta permainan tiket yang kerap muncul saat musim mudik. Masyarakat diminta mengurus tiket secara langsung melalui jalur resmi yang telah disediakan.
Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema layanan transportasi, termasuk program mudik gratis untuk membantu masyarakat pulang kampung, khususnya bagi warga kepulauan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengurus sendiri tiket kapal mudik gratis, jangan melalui calo karena rawan terjadi penipuan,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, setiap musim mudik jumlah penumpang kapal laut biasanya meningkat signifikan. Kondisi tersebut membuat proses pengurusan tiket menjadi lebih padat dibanding hari biasa karena ribuan masyarakat melakukan pendaftaran dalam waktu yang hampir bersamaan.
Menurutnya, situasi itu kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba mengambil keuntungan dengan menawarkan jasa pengurusan tiket secara tidak resmi kepada masyarakat.
Dzulkarnain juga menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini dapat melakukan pemesanan tiket secara daring melalui laman resmi Dinas Perhubungan Jawa Timur.
“Untuk program mudik gratis dari Pemprov Jawa Timur sekarang sudah bisa dilakukan secara online melalui website Dishub Jawa Timur,” bebernya.
Untuk memastikan distribusi tiket berjalan transparan dan tepat sasaran, Disperkimhub Sumenep akan memperketat pengawasan dengan melibatkan sejumlah unsur aparat, mulai dari TNI, Polri hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pengawasan tersebut difokuskan pada potensi penyalahgunaan sistem pemesanan tiket, seperti penimbunan tiket oleh oknum yang memesan dalam jumlah besar untuk kemudian diperjualbelikan kembali kepada masyarakat.
“Kami akan bersinergi dengan TNI, Polri dan Satpol PP untuk mengawasi distribusi tiket agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah pengawasan itu akan dilakukan secara persuasif dan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Hal ini mengingat program mudik menyangkut kebutuhan masyarakat luas, khususnya warga kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Dzulkarnain memastikan Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang ingin mudik, baik melalui program mudik gratis maupun layanan kapal reguler berbayar.
“Kami akan memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya. (Sand/EM)
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









