SUMENEP, Seputar Jatim – Kekecewaan keluarga pasien yang meninggal di Puskesmas Bluto karena diduga terlambat mendapatkan surat rujukan memuncak hingga berujung audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Audiensi tersebut ditemui Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB bersama dua staf tersebut.
Sementara keluarga almarhum didampingi LBH. Diskusi sempat berjalan kondusif sebelum memanas akibat perbedaan pendapat antara peserta audiensi dan pihak dinas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketegangan meningkat saat keluarga pasien merasa tidak dihormati karena Kepala Dinkes P2KB tidak ada di ruangannya.
Situasi itu memicu kemarahan hingga keluarga memutuskan walk out dari ruang pertemuan.
“Pecat Kapus Bluto dan semua yang terlibat!” teriak salah satu peserta audiensi saat meninggalkan ruangan.
Direktur LBH Taretan Legal Justitia, Zainorrozi menjelaskan, bahwa audiensi tersebut digelar untuk mencari kejelasan terkait meninggalnya pasien berinisial H.
Namun ketidakhadiran Kepala Dinas membuat keluarga merasa kecewa dan memilih keluar.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinkes P2KB, Siti Khairiyah menegaskan, bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, penanganan pasien di Puskesmas Bluto telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Di IGD sudah dilakukan response time, pasien dilayani kurang dari lima menit,” ujarnya.
Terkait tuntutan pemecatan Kepala Puskesmas Bluto dan sejumlah petugas yang menangani pasien, hal tersebut berada di luar kewenangannya.
“Ada proses. Kami PNS,” imbuhnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









