Perjuangan Sumenep Menjadi Kota Keris

- Redaksi

Sabtu, 28 September 2019 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian Sumenep Kota Keris dilakukan pada 9 November 2014. (dok. IPKI Megaremeng Sumenep)

Peresmian Sumenep Kota Keris dilakukan pada 9 November 2014. (dok. IPKI Megaremeng Sumenep)

SUMENEP, seputarjatim.com Perkembangan keris di Kabupaten Sumenep dimulai sejak jaman pemerintahan Arya Wiraraja yang diutus menjadi Adipati oleh Kerajaan Singosari. Sejak jaman itu, Sumenep dianggap sebuah Kadipaten yang paling penting di Nusantara. Sejak runtuhnya Kerajaan Singosari, Sumenep ikut andil dan mampu melahirkan sebuah kerajaan besar di tanah Jawa yang bernama Majapahit. Hal tersebut tak lepas dari campur tangan para empu di masa itu. Kerajaan Majapahit menjelma sebagai sebuah kerajaan yang disegani di seluruh Nusantara.

Rokat Keris menjadi agenda tahunan yang digelar Pemkab Sumenep, Jawa Timur. (dok/Didik/SJ Foto)

“Sejak jaman itu pula hingga Pemerintahan Sultan Abdurrahman, Kabupaten Sumenep menjadi acuan dari Kabupaten-Kabupaten lain di Nusantara. Karena Sumenep mampu melahirkan banyak Empu. Seperti kita ketahui bersama, hasil karya-karya para empu terdahulu yang tersebar di seluruh daerah Kadipaten Sumenep “, ungkap Fathorrahman, salah seorang pendiri Ikatan Pengrajin Keris Indonesia (IPKI) Mega Remeng, Sumenep, Sabtu, 28/09/2019.

Baca Juga :  Lahan Kodim 0827 Sumenep Di Obok-Obok, Muncul Dugaan BPN Sumenep Jadi Sarang Mafia Tanah

Fathorrahman menjelaskan, seiring berjalannya waktu, pada tahun 1963 lahirlah empu-empu muda yang mengikuti jejak para empu-empu terdahulu untuk tetap bisa melestarikan dan mengembangkan warisan budaya leluhur yakni keris pusaka.

Keris Sumenep dikenal memiliki nilai budaya tinggi. (dok/ Didik/ SJ foto)

Dan saat ini menurut Fathor, para empu-empu muda yang merasa peduli dan cinta terhadap warisan budaya leluhur terus bangkit untuk mempertahankan budaya keris ini. Menurutnya, hal ini tidak dapat dilakukan secara perorangan. Pelestarian keris harus menjadi kesadaran bersama di tengah masyarakat Kabupaten Sumenep.

Fathorrahman menjelaskan, sejak tanggal 16 Juni 2006 para Empu muda bersama-sama melakukan penelitian dan pendataan para empu dan pengrajin yang tersebar di 17 Desa, yang tersebar di 3 Kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bluto, Kecamatan Saronggi, dan Kecamatan Lenteng. Selanjutnya dilakukan kerjasama di tahun 2010 bersama Kementrian Kebudayaan, Disbudparpora Sumenep, dan Mohammad Mansyur sebagai pemerhati keris Jawa Timur.

Baca Juga :  Ajang Kenalkan Batik Khas, Ini Statement Dewan Juri pada Sumenep Batik Festival 2024
Kabupaten Sumenep menjadi satu-satunya daerah dengan jumlah Empu keris terbanyak di dunia. (dok/Didik/SJ foto)

“kami telah mengujungi beberapa daerah di Indonesia, untuk melakukan studi banding dan ternyata Sumenep tetap menjadi sentral produksi keris terbesar di seluruh Nusantara bahkan di tingkat Internasional,” tutur Fathorrahman.

Berdasarkan hasil penelitian dan pendataan empu yang ada di Kabupaten Sumenep, setiap tahun selalu mengalami perkembangan  pesat. Semangat inilah yang menjadi dasar IPKI Megaremeng untuk mengajukan permohonan kepada Pemkab Sumenep untuk mendeklarasikan jargon Sumenep sebagai Kota Keris.

“Berkat dukungan semua pihak diatas, dan juga dari ridha Allah SWT, Bapak Bupati merespon dan menyambut positif keinginan kita bersama. Sehingga pada tanggal 9 November 2014, Sumenep dideklarasikan sebagai Kota Keris Oleh Bapak Bupati Sumenep yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan peresmian tugu keris di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep,” pungkas Fathorrahman.(dik/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru