Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Sumenep Lakukan MoU dengan PKPOT dan Kerajaan Kedah Malaysia

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025 - 16:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

RAPAT: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid saat melakukan MoU dengan PKPOT dan Kerajaan Kedah Malaysia (Doc. Seputar Jatim)

RAPAT: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid saat melakukan MoU dengan PKPOT dan Kerajaan Kedah Malaysia (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) dan Kerajaan Kedah Malaysia.

MoU ini untuk mejalin kemitraan dan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan varietas HMS 700, yang dikenal memiliki kualitas tinggi dan daya saing di pasar Internasional.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjanjikan produktivitas yang lebih besar, varietas ini juga dinilai mampu menjadi langkah konkret menuju kemandirian benih dan swasembada pangan ditingkat daerah.

Baca Juga :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berbasis Teknologi, BRIDA Sumenep dalam Tahap Konsultasi dengan BRIN

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, diskusi dan penandatanganan MoU menjadi momentum penting untuk memperkenalkan inovasi pertanian kepada petani lokal.

“Kami membahas secara mendalam terkait padi unggulan ini, termasuk teknik penanaman yang tepat. Tujuannya agar hasil panen bisa maksimal dan petani memiliki akses ke pasar yang lebih pasti melalui kolaborasi ini,” ujarnya. Rabu (16/4/2025).

Varietas padi HMS 700, lanjut dia, diketahui memiliki keunggulan luar biasa, dengan produktivitas mencapai 18 ton per hektare dan masa panen hanya dalam 95 hari setelah tanam. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi peningkatan produksi dan efisiensi waktu tanam.

“Kerja sama lintas negara ini akan mendorong percepatan pencapaian swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Sumenep. dengan varietas unggul seperti HMS 700, para petani akan lebih siap dan terampil dalam mengelola potensi lokal. Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang menjaga ketahanan pangan berkelanjutan,” jelasnya.

MoU tersebut juga membuka peluang baru bagi petani Sumenep untuk memperoleh akses terhadap bibit unggul, teknologi pertanian modern, serta potensi ekspor hasil panen.

Dukungan dari Kerajaan Kedah Malaysia menunjukkan adanya kepercayaan Internasional terhadap potensi pertanian di Sumenep.

Baca Juga :  Demi Optimalkan Potensi PAD, Bapenda Sumenep Lakukan Pendataan Destinasi Wisata

Ia pun berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama dalam rangka memperkuat sektor pertanian lokal. Langkah ini dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan dan memberdayakan petani secara ekonomi.

“Kami berharap ini bisa menjadi model percontohan bagi pengembangan pertanian di wilayah Jawa Timur, terutama dalam pemanfaatan varietas unggul berbasis kerja sama internasional,” tegasnya.

“Kami optimis, kolaborasi ini akan membawa manfaat besar bagi para petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menjadikan Sumenep sebagai pionir pengembangan padi unggul di Indonesia,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru