Home / Tak Berkategori

Persepsi Masyarakat Perkotaan Tentang Covid’19 dan Mortalitas (Kematian)

- Redaksi

Kamis, 17 Juni 2021 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Eka Bayu Indramawan, 
Universitas Trunojoyo Madura, Prodi Sosiologi.

 

Penyakit virus corona (COVID’19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan. Sebagian besar orang yang tertular covid’19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

Virus yang menyebabkan COVID’19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilakan saat orang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Covid’19 tertular jika pada saat menghirup udara yang mengandung virus jika berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID’19. Selain itu, dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus ini muncul pertama kali pada November 2019 di Wuhan, China. Sedangkan masuk di Indonesia sendiri pada bulan Maret 2020.

Awal mulanya covid-19 sampai di indonesia, hal ini diketahui adanya seorang warga Wuhan, Tiongkok berumur sekitar 55 Tahun. Setiba di indonesia warga Tiongkok tersebut tiba-tiba menderita demam tinggi berkepanjangan pada akhir Desember 2019. Pria tersebut merupakan seorang pedagang hewan liar, sekaligus sebagai orang pertama yang menderita covid-19.

Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat. Bahkan sudah menyebar ke 34 provinsi se Indonesia dengan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ketiga provinsi tersebut sangat banyak terpapar SARS-CoV-2 di Indonesia. Sampai saat ini pada tanggal 14 Juni 2021, Indonesia ada 1.919.547 kasus positif. Hal ini menempatkan Indonesia peringkat pertama terbanyak di Asia Tenggara.

Terpaparnya covid-19 membuat masyarakat Indonesia mengalami kematian yang cukup besar. Sebanyak 53.116 masyarakat Indonesia meninggal. Hal ini menempati peringkat ketiga angka kematian terbanyak di Asia. Data kematian diperkirakan jauh lebih tinggi dari data yang sudah dilaporkan lantaran tidak dihitunya kasus kematian dengan gejala COVID-19 akut yang belum dikonfirmasi atau dites.

Covid-19 kebanyakan terjadi di daerah perkotaan. Hal itu yang membuat virus corona sangat cepat menyebar khususnya didaerah perkotaan. Perkotaan sendiri kita ketahui merupakan pusat penduduk di suatu daerah. Karena perkotaan menjadi faktor utama perdagangan baik didalam pasar maupau pusat keramaian.

Baca Juga :  Pencarian Hari Keempat, Satu Korban Lagi Ditemukan

Dari kejadian tersebut membuat sebagian masyarakat beranggapan bahwa memang covid-19 dan kematian memang ada kaitannya. Hal itu sudah dipaparkan oleh masyarakat perkotaan mengenai covid’19 dan kematian itu sendiri.

Manurut Ifa (32)  warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, mengatakan bahwa Covid-19 adalah virus yang udah menyebar ke seluruh dunia tetapi virus ini ada misi politik nya, dan masalah kematian itu semua sudah takdir dari tuhan YME.

”Diperkotaan akan lebih banyak menyumbang kasus covid-19 dikarenakan diperkotaan lebih pada penduduknya sedangkan areanya tidak terlalu besar. Jika dilihat dari sisi aktivitasnya masyarakat perkotaan lebih banyak berada di tempat umum, sehingga hal itu dapat menyebabkan resiko penularan covid-19. Setelah diamati, semakin hari mortalitas/kematian akibat covid’19 semakin meningkat sehingga menimbulkan kerisauan bagi masyarakat khususnya daerah perkotaan.” Ujar Elvira Rohadatul Aisya, (13 Juni 2021).

Menurut salah satu masyarakat perkotaan AJI (38thn), mengatakan bahwa covid-19 itu sendiri tentunya memiliki hubungan dengan kematian. Namun covid-19 ialah sebuah pandemi virus yang mengakibatkan masyarakat khususnya perkotaan akan mengalami sebuah persebaran yang sangat cepat. Apalagi penduduk perkotaan semakin hari semakin meningkat. Hal itu akan berdampak kepada kematian yang diakbitkan oleh Virus corona (COVID-19).
Masyarakat juga beranggapan bahwa virus corona (COVID-19) adalah sebuah virus yang sangat membahayakan dan sangat mematikan jika yang terpapar mempunyai penyakit bawaan.

Selain itu wabah virus ini bukan hanya membunuh tetapi menyebar dengan cepat melewati kontak langsung dengan orang disekitarnya. Sehingga sanat cepat meregut nyawa tiap orang yang terpapar, jika tidak langsung diberi pertolongan medis. Bahkan, virus ini juga dapat merusak perekonomian global. Ada juga kaitannya dengan kematian.

Menurut Adi Surya (45thn) warga desa kolor kecamatan kota sumenep kabupaten sumenep, menjelaskan bahwa Covid’19 adalah virus yang penyebarannya sangan cepat sehingga menjadi suatu pandemi di dunia dan mengakibatkan ribuan nyawa melayang di indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya.

Baca Juga :  Disinyalir Tidak Tepat Sasaran, Fenomena Realisasi BLT DBHCHT Disumenep Tuai Kritikan

Masyarakat perkotaan dengan penduduk yang banyak. Tentunya tidak mudah dalam menngatasi pandemi covid’19. Hal itu dikarenakan sering kali masyarakat perkotaan memasuki kawasan padat penduduk. Apalagi pada saat berada di pasar, mall maupun tempat keramaian. Sehingga diperlukan pengawasan dari pemerintah. Pemerintah dengan ini ikut andil dalam memberantas virus corona (COVID-19).

Menurut Vivi (25thn), mengatakan bahwa daerah perkotaan sendiri lebih awas dengan adanya covid-19 dan mortalitas (kematian). Karena mayoritas kebanyakan paham adanya wabah penyakit ini dan mereka sadar akan pendingan kesehatan. Sehingga covid-19 dengan kemaitan sangat berkaitan. Hal ini karena covid-19 sendiri jika terpapar terus menurus akan mengalami yang namanya kematian.

Covid-19 sangat erat dengan kematian seseorang. Hal itu yang ditakuti oleh masyarakat pada saat ini. Pandemi covid-19 membuat sejumlah masyarakat perkotaan berasumsi bahwa virus corona itu sangat berbahaya dan nyata adanya. Selain itu, diperlukan kewaspadaan baik dari psikis maupun mental.

Salah satu masyarakat perkotaan yakni Ahmad Dani (35thn), menjelaskan tentang covid-19 dan kematian. Menurut beliau memang benar covid-19 dan kematian itu berkaitan. Dilihat dari fakta bahwa kematian didaerah perkotaan bisa saja disebabkan oleh Covid-19. Namun saja kematian bukanlah ditentukan oleh virus corona (Covid-19), tetapi kematian sudah menjadi sebuah takdir setiap manusia. Oleh karena itu, memang benar ada kaitan antara covid-19 dengan kematian (mortalitas).

Dilihat dari persepsi atau asumsi masyarakat terkait covid-19 dan kematian (mortalitas) di perkotaan. Masyarakat dari berbagai kalangan mempunyai persepsi masing-masing. Hal itu yang sudah dijelaskan oleh beberapa masyarakat terkait covid-19 dan kematian.

Masyarakat ada yang menilai covid-19 sebagai virus, namun ada juga yang menilai covid-19 sebagai wabah penyakit. Dan juga menilai kematian karena sudah takdir dari YME, namun ada juga yang menilai disebabkan oleh virus corona (COVID-19). Namun, persepsi masyarakat pada intinya sama yakni Covid-19 ialah virus sedangkan kematian ialah takdir.

Semua isi dalam artikel ini semuanya tanggung jawab penulis*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru