PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMUKUL GONG: Gebernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Satfsus Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim didampingi Ketua Umum IWO Teuku Yudhistira dan Sejumlah Pengurus PP IWO saat membuka Rakenas III PP IWO di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat (M Che - Seputar Jatim)

MEMUKUL GONG: Gebernur DKI Jakarta yang diwakili oleh Satfsus Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim didampingi Ketua Umum IWO Teuku Yudhistira dan Sejumlah Pengurus PP IWO saat membuka Rakenas III PP IWO di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat (M Che - Seputar Jatim)

NASIONAL, Seputar Jatim  – Di tengah derasnya arus informasi digital, media online kini tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga menjadi penjaga akal sehat publik dari maraknya kabar yang beredar tanpa verifikasi di media sosial.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) Teuku Yudhistira mengatakan, di era revolusi digital yang telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, bahkan berpikir, wartawan online memegang peran strategis dalam menjaga kualitas informasi sekaligus meneguhkan nilai-nilai kebangsaan.

“Dalam situasi seperti ini, wartawan online tidak sekadar pelapor peristiwa, tetapi juga penjaga akal sehat publik. Mereka bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga menuntun arah moral dan nilai informasi bangsa,” ujarnya, saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-III PP IWO di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, media sosial memang telah membuka ruang kebebasan berekspresi, namun di sisi lain juga melahirkan kebisingan informasi. Banyak kabar yang tidak diverifikasi beredar tanpa filter, bahkan sering memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Baca Juga :  Panen Raya MT-3 di Bunpenang, Jadi Bukti Transformasi Pertanian Sumenep Menuju Kemandirian Pangan

“Media sosial melahirkan kebebasan, tetapi juga kebisingan. Fakta informasi sering kali terdistorsi. Masyarakat menelan mentah-mentah kabar yang belum tentu benar, tanpa pengawasan kode etik jurnalistik dan tanpa mekanisme verifikasi,” ungkapnya.

 

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi media arus utama, khususnya media online, untuk tetap berpegang teguh pada prinsip profesionalisme dan kode etik jurnalistik.

Lanjut Yudis menegaskan, keberadaan media online bukan untuk bersaing dengan media sosial, melainkan menjadi penuntun publik dalam memilah serta memahami kebenaran informasi.

“Media online justru hadir untuk meluruskan, memberi konteks, dan menyehatkan ekosistem informasi nasional. Karena itu, wartawan online harus terus memperkuat kapasitas dan integritasnya,” tegasnya.

Rakernas ke-III IWO tahun 2025 ini mengusung tema “Peran IWO dalam Elaborasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045.” Menurutnya, tema tersebut merupakan hasil refleksi kolektif atas peran media dalam perjalanan bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.

“Tema ini tidak lahir dari ruang kosong. Asta Cita, yang berisi delapan cita-cita besar bangsa, menegaskan pentingnya pembangunan manusia unggul, ekonomi berkelanjutan, lingkungan hidup lestari, pemerintahan bersih, serta supremasi hukum yang berkeadilan. IWO hadir untuk memastikan seluruh proses itu dikawal melalui kekuatan informasi yang berimbang dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa IWO akan terus berada di garda terdepan dalam membentuk opini publik yang sehat dengan mengedepankan profesionalisme dan independensi.

“Kami tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga peradaban informasi yang beretika. Di tengah kebisingan digital, IWO harus menjadi jangkar moral dan pemandu arah literasi bangsa,” bebernya..

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pamono Anong, yang diwakili oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim menyampaikan, apresiasi kepada jajaran IWO yang konsisten menjaga marwah jurnalisme profesional di tengah disrupsi digital.

Ia menilai, keberadaan IWO merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun literasi digital dan melawan hoaks di ruang publik.

“Dalam menjalankan roda pemerintahan, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan insan media, terutama IWO yang memiliki jaringan luas dan semangat independen. Bersama, kita jaga ruang digital agar tetap sehat dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Deklarasi Rumah Kebangsaan Sumenep, Jadi Titik Baru Gerakan Persatuan Pemuda Madura

Senada dengan itu, Ketua Majelis Kehormatan IWO, Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto, menekankan pentingnya integritas dan kode etik bagi seluruh anggota IWO agar kepercayaan publik terhadap media online tetap terjaga.

“Profesionalisme dan integritas adalah benteng utama wartawan online. Di era ketika informasi begitu mudah dimanipulasi, jurnalis IWO harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran dan menegakkan etika,” tegasnya.

Diketahui, Rakernas III PP IWO secara resmi dibuka oleh perwakilan Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, didampingi Ketua Umum IWO Teuku Yudhistira serta jajaran pengurus pusat. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus PP, PW, dan PD IWO se-Indonesia, tokoh media, serta perwakilan lembaga pemerintah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi IWO untuk memperkokoh peran media online dalam mengawal peradaban digital bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan
Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital
Said Abdullah Akui Ratusan Pesantren di Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Said Abdullah Sebut Pertahanan Semesta Bukan Hanya TNI dan Polri, Tapi Seluruh Elemen Bangsa
Istana Cabut Kartu Pers Jurnalis CNN Indonesia Lantaran Tanya MBG, Ketum IWO: Tindakan Itu Sangat Berlebihan
Mahmud MD Bersedia Gabung Tim Komite Reformasi Polri yang Dibentuk Prabowo Subianto
Said Abdullah Pastikan Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara Sah Secara Hukum
600 Ribu Rekening Penerima Bansos Diduga Bermasalah, Ada yang Digunakan Transaksi Judi Online

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 19:43 WIB

SPPG Bermasalah Diancam Ditutup Total, Pemerintah Tak Ingin Program MBG Dikelola Asal-asalan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:40 WIB

Rakernas III Resmi Ditutup, IWO Mantapkan Peran sebagai Penjaga Moral Informasi Bangsa di Era Digital

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:20 WIB

PP IWO Minta Media Online Tetap Berpegang Teguh pada Prinsip Kode Etik Jurnalistik di Tengah Arus Disrupsi Digital

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:18 WIB

Said Abdullah Akui Ratusan Pesantren di Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 09:38 WIB

Said Abdullah Sebut Pertahanan Semesta Bukan Hanya TNI dan Polri, Tapi Seluruh Elemen Bangsa

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB