Prahara Penahanan Ijazah, Kacabdin Sumenep ‘Ancam’ Kasek SMAN 1 Kalianget

Sabtu, 29 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Kacabdin Sumenep, Budi Sulistio

Foto:Kacabdin Sumenep, Budi Sulistio

SUMENEP, seputarjatim.com-Terkait penahanan ijazah yang dilakukan oleh SMAN 1 Kalianget terhadap puluhan siswanya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumenep Provinsi Jawa Timur, Budi Sulistio angkat bicara dan me warning pihak SMAN 1 Kalianget.

Dirinya mengaku sudah mengontak langsung pihak yang menjadi objek pemberitaan setelah ramai dikonsumsi oleh publik.

“Setelah saya kontak kepala sekolahnya, pihak sekolah berjanji akan memberikan ijazah tersebut tanpa ada embel-embel apapun,” jelasnya. Jumat (28-07-2023).

Menurut pengakuan Kacabdin, ada miskomunikasi antara kepala sekolah dengan stafnya, namun apapun alasannya langkah yang diambil oleh SMAN 1 Kalianget dengan menahan ijazah siswanya yang sudah lulus karena diduga masih mempunyai tunggakan merupakan hal yang salah.

“Kami selaku kacab Sumenep menghimbau agar kedepan jangan lagi ada penahanan ijazah, Ijazah setelah keluar dari Dinas Pendidikan provinsi wajib diberikan tanpa ada embel-embel apapun,” ujarnya.

Saat awak media menyampaikan bahwa sampai saat ini masih ada 17 siswa di SMAN 1 Kalianget yang ijazahnya masih ditahan, Kacab yang baru bertugas di ujung timur Pulau Madura ini tampak kaget, karena di awal sepengetahuan dirinya hanya ada 4 siswa, 3 siswa sudah diberikan, hanya tinggal 1 siswa yang belum diambil.

Baca Juga :  Burung Cendet Madura, Burung Petarung Yang Mulai Langka

“Kalau memang benar masih ada sekitar 17 siswa yang ijazahnya masih ditahan, saya selaku Kacab Sumenep mewajibkan Kasek dan stafnya untuk segera Turba mendata by name dan segera menyerahkan ijazahnya kepada yang bersangkutan disertai dengan berita acara,” pungkas Budi.

Ditempat terpisah, Ketua LPKP2HI ( Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia ) Sumenep, Bambang Riyadi tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang disampaikan oleh Kasek SMAN 1 Kalianget kepada Kacabdin yang mengatakan ada miskomunikasi antara pihak kepala sekolah dengan stafnya.

Karena menurut dirinya, waktu tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar, dirinya menduga ini ada faktor kesengajaan dari pihak SMAN 1 Kalianget.

“Saya tidak yakin sepenuhnya terhadap pengakuan kasek, buktinya, ada Wali muridnya yang datang ke SMAN 1 Kalianget yang meminta ijazah anaknya yang sempat ditahan namun pulang dengan tangan hampa, dengan kata lain harus tetap melunasi dulu apa yang menjadi tanggungannya, baru ijazah bisa keluar,” jelasnya kepada media seputarjatim.com.

Baca Juga :  Penangkapan Pemuda Pengancam Bupati Sumenep Disoal

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 1 Kalianget, Moh. Sadik mengakui bahwa pihak sekolah menahan ijazah siswa lantaran adanya tunggakan di sekolah yang belum terselesaikan dari tahun 2020, salah satunya masalah SPP.

“Jumlahnya yang belum di ambil tersisa 17 siswa,” ucapnya saat menemui beberapa awak media. Kamis (27-07-2023).

Saat ditanya terkait dengan siapa yang membuat kebijakan tersebut, Kasek Sadik tidak bisa menjelaskan secara rinci, hanya bisa menjelaskan bahwa terkait masalah SPP itu sudah dirapatkan dengan para orang tua siswa.

“Pangarte dibik wa mas (harap dimengerti sendiri mas),” terang sadik sambil tertawa yang membuat awak media mempunyai fikiran multitafsir.(bam)

Berita Terkait

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan
Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah
Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?
Rambu Minim, Proyek Jembatan di Pakandangan Dikeluhkan Warga karena Rawan Kecelakaan

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:12

MATAMUDA 2026, RA Nurul Mannan Tanamkan Karakter Anak Lewat Belajar Aman dan Menyenangkan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:53

Hari Pertama MPLS, Bupati Sumenep Turun Langsung Pastikan Tak Ada Perundungan di Sekolah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:01

Pemkab Sumenep Wajibkan Bahasa Madura Jadi Mata Pelajaran Mulai Tahun Ajaran Baru

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:57

Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis, Pelatihan Karya Ilmiah Didorong Jadi Motor Literasi Pendidikan

Berita Terbaru