Proyek Paving dan Irigasi di Desa Kacongan Tak Bertahan Lama, Ini Penjelasan Pendamping

- Redaksi

Rabu, 21 Desember 2022 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket:Proyek irigasi yang ada di Desa Kacongan, Kecamatan Kota sumenep

Ket:Proyek irigasi yang ada di Desa Kacongan, Kecamatan Kota sumenep

SUMENEP, seputarjatim.com–Pendamping lokal Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep mengaku tidak tahu terkait kerusakan pekerjaan irigasi yang ada di desa tersebut.

Pekerjaan yang menggunakan anggaran dana desa tersebut hancur berantakan, meskipun pekerjaannya masih baru seumur jagung selesai dikerjakan.

“Saya baru tau itu mas. Dan belum ngecek ke lokasi. Kemaren-kemaren ada juga kerusakan tapi sudah di betulkan karena   ada mobil yang masuk kesana. Bawa bahan-bahan. Untuk yang ini saya juga belum tau dan belum dikabari. Karena dari kemaren kita fokus percepatan APBDes untuk 2023. Kebetulan saya juga pegang 4 Desa mas,” ucap Fadli pendamping lokal desa Kacongan saat di konfirmasi via WhatsAap nya. Rabu (21-12-2022).

Saat disinggung pekerjaan yang diduga asal-asalan dan disinyalir tidak sesuai RAB sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah, Fadli mengutarakan bahwa Tidak ada pendamping yang akan mengintruksikan untuk memakai bahan selain yang ada di RAB.

Baca Juga :  Buka Sosialisasi Implementasi Perizinan, Ini Harapan Bupati Sumenep

“Pendamping kecamatan juga menyampaikan hal yang sama,” terangnya.

Fadli menambahkan, tugas pendamping hanya melakukan teguran kalau tidak sesuai dengan RAB. wewenang pendamping hanya sebatas  menegur, menyampaikan, dan mendampingi tidak dapat melakukan tindakan lain.

“Jadi sebatas teguran, tidak bisa menghentikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Kota Sumenep Faruk Hanafi saat mau dikonfirmasi di tempat kerjanya sedang tidak berada di tempat.

Camat yang baru mendapatkan predikat sebagai camat teladan 2022 ini tidak diketahui pasti kemana perginya, ditunggu sampai pukul 16.00 Wib, Faruk Hanafi juga belum ada tanda-tanda akan kembali ke tempat kerjanya.

Baca Juga :  DLH Sumenep Anggarkan Rp90 Juta untuk Pemeliharaan Taman Potre Koneng

“Tadi pagi pak camat ada, bahkan turlap ke Desa Kacongan, kalau sekarang gak tahu kemana,” ucap salah satu pegawai kecamatan Kota Sumenep kepada awak media saat ditanya kemana perginya pak camat faruk ini.

Kades Kacongan, Ma’adin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan yang rusak tersebut sudah selesai dikerjakan.

“Sudah dikerjakan, saya yang memperbaiki,” Jelasnya.

Namun saat disinggung dapat anggaran dari mana untuk perbaikan tersebut, lagi-lagi konfirmasi dari awak media tidak direspon oleh kades tersebut. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Temuan IWO Soal SPPG Bermasalah, Satgas MBG Sumenep Siap Turun Sidak
Persoalan SPPG Dievaluasi Serius, Satgas dan IWO Sumenep Minta Perketat Pengawasan Menu MBG
‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
MBG Terhenti Bukan Sekadar Evaluasi, SPPG Pakamban Laok 2 Akui Disuspend BGN
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Ikon Kota Gelap Gulita, Lampu Tugu ‘Selamat Datang’ Sumenep Mati Total

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:05 WIB

Temuan IWO Soal SPPG Bermasalah, Satgas MBG Sumenep Siap Turun Sidak

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:48 WIB

Persoalan SPPG Dievaluasi Serius, Satgas dan IWO Sumenep Minta Perketat Pengawasan Menu MBG

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru