Sekolah Rakyat di Sumenep Jadi Harapan Baru Bagi Anak dari Keluarga Miskin

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TEGAS: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mustangin, usai meresmikan Sekolah Rakyat (SandiGT - Seputar Jatim) 

TEGAS: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bersama Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mustangin, usai meresmikan Sekolah Rakyat (SandiGT - Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi mengawali langkah besar dalam pemerataan pendidikan dengan hadirnya Sekolah Rakyat.

Sebuah program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.

Program ini tak sekadar membuka akses pendidikan, tetapi juga membawa semangat perubahan sosial, khususnya bagi anak-anak di pelosok ujung timur Madura yang selama ini berhadapan dengan keterbatasan biaya dan fasilitas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Sekolah Rakyat Sumenep, Norani Yanuar Smenyampaikan, bahwa sejak dibuka, sekolah ini telah menampung 96 siswa, dengan rincian 46 siswa jenjang SD dan 50 siswa jenjang SMP.

Baca Juga :  Guru di Pragaan Tolak MBG, Hanya Dijadikan Bisnis Cari Keuntangan Tanpa Memperhatikan Gizi Seimbang

“Untuk tahap awal, kami menyiapkan dua ruang kelas untuk SD dan dua ruang kelas untuk SMP. Semua kebutuhan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), mulai dari guru, wali asuh, hingga fasilitas asrama sudah dipastikan sesuai standar. KBM akan dimulai setelah Pengenalan Lingkungan Sekolah pada 13 Oktober 2025. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, nyaman, dan penuh semangat,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sumenep, Mustangin, yang turut hadir dalam peresmian, menilai Sekolah Rakyat sebagai jawaban nyata atas problem klasik keluarga miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat adalah terobosan strategis. Dengan adanya program ini, anak-anak dari keluarga miskin tidak lagi terbebani biaya pendidikan. Lebih dari itu, pendidikan yang layak akan membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan. Kami di Dinsos siap bersinergi dengan sekolah dalam hal pendampingan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak,” paparnya.

Menurut data Dinas Pendidikan Sumenep, lanjut dia, angka putus sekolah masih cukup tinggi di sejumlah kecamatan. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diyakini mampu menekan tren tersebut secara signifikan.

“Pemkab Sumenep mendorong agar Sekolah Rakyat terus berkembang, bukan hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga sebagai rumah kedua yang menghidupkan semangat dan harapan anak-anak kurang mampu,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan strategi pemerintah untuk memastikan hak dasar anak terpenuhi tanpa terkendala biaya.

“Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Setiap anak berhak belajar, tumbuh cerdas, dan berkarakter. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi masa depan yang tangguh, kreatif, dan siap bersaing di era modern,” bebernya.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat juga akan menanamkan nilai akhlak mulia dan karakter kebangsaan.

Baca Juga :  Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,0 Guncang Sumenep, Rumah Warga di Sapudi Runtuh

“Kami ingin anak-anak yang lahir dari Sekolah Rakyat ini kelak menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” tegasnya.

Untuk memperkuat program ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Patean, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi pembangunan sekolah yang lebih representatif pada tahun 2026 mendatang.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, wajah pendidikan di Sumenep memasuki babak baru dari keterbatasan menuju kesempatan, dari kemiskinan menuju harapan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan
Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat
Rayakan HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Bergerak dan Berkarya
Jelang HUT RI ke 81, Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan di Pendopo Keraton
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
Hening di TMP Jokotole, Forkopimda Sumenep Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT RI ke-81
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kenalkan Azolla sebagai Alternatif Pakan Ternak Bagi Warga Gapurana
Pemkab Sumenep Sinkronkan Pembangunan Daerah dengan Agenda Nasional, Fokus Pangan, Energi dan SDM

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Santri PP Mathla’ul Anwar Gelar Refleksi Kemerdekaan RI ke 81, Ibnu Hajar: Belajar adalah Perjuangan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Rayakan HUT ke 81 RI, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Bergerak dan Berkarya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Jelang HUT RI ke 81, Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan di Pendopo Keraton

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Berita Terbaru

KOMPAK: Jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama sejumlah pejabat dan peserta upacara mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep (Dok. Seputar Jatim)

Pemerintahan

Busana Adat Warnai HUT ke 81 RI di Sumenep, Pesan Persatuan Menguat

Senin, 17 Agu 2026 - 18:17 WIB