Sertifikat SPPG Rubaru Bermasalah, Anggota DPRD dan Kepala Dapur Saling Lepas Tanggung Jawab

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Anggota DPRD dan Kepala Dapur saling lepas tanggung jawab soal polemik SPPG Rubaru (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Anggota DPRD dan Kepala Dapur saling lepas tanggung jawab soal polemik SPPG Rubaru (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Polemik sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rubaru dari Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, kian memanas dan memicu kegelisahan publik.

Pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Gerindra, Holik, serta Kepala SPPG Rubaru justru dinilai memperlihatkan pola saling melempar tanggung jawab, alih-alih memberikan kejelasan terkait legalitas dan keamanan layanan publik yang menyangkut hajat masyarakat luas.

Holik mengklaim perannya hanya sebatas fasilitator pada tahap awal pendirian SPPG serta membantu proses pendaftaran dan komunikasi, namun tidak mengetahui mekanisme lanjutan sertifikat dapur, termasuk status legal operasional apakah telah mengantongi sertifikat resmi atau hanya bermodalkan surat keterangan (suket).

“Saya memfasilitasi banyak teman hampir di seluruh Sumenep untuk mendaftar, setelah itu saya tidak tahu,” ujarnya, Kamis (29/1/2026)

Pernyataan tersebut dinilai kontradiktif. Pasalnya, Holik sebelumnya mengakui aktif membantu proses pendaftaran sertifikat dan menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak terkait.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Desa Meddelan Memanas, Camat Lenteng Tutup Mata

Namun ketika muncul persoalan krusial terkait kelengkapan sertifikat, yang merupakan syarat utama operasional dapur SPPG. Ia justru menyatakan tidak mengetahui detail mekanisme maupun perkembangan lanjutan.

Holik juga menyebut bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah dimiliki, sementara sertifikat halal dan HACCP masih dalam proses secara kolektif se-Kabupaten Sumenep. Ia bahkan menyatakan kondisi tersebut dialami hampir seluruh dapur SPPG.

Namun, pernyataan dia yang kerap disertai frasa “kalau tidak salah” justru mempertebal kesan ketidakpastian dan ketidaktegasan.

Sikap ini memunculkan pertanyaan publik mengenai keseriusan peran fasilitasi yang ia klaim, terlebih posisinya sebagai anggota DPRD yang seharusnya berada di garis depan dalam memastikan pelayanan publik berjalan sesuai regulasi dan standar kesehatan.

Sorotan publik semakin tajam karena Holik merupakan kader Partai Gerindra, partai pengusung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sebagai wakil rakyat dari partai penguasa nasional, sikap Holik dinilai semestinya menjadi contoh dalam hal tanggung jawab, transparansi, dan keberpihakan pada kepentingan publik, bukan justru tampil defensif dan mengambil jarak ketika persoalan mencuat.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Di tengah polemik ini, Holik juga diduga memiliki keterkaitan sebagai mitra dalam SPPG Rubaru milik Yayasan Rumah Juang Garuda Emas.

Dugaan tersebut semakin memperkuat tuntutan publik agar ia bersikap terbuka dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengklaim tidak tahu dalam persoalan yang menyangkut program strategis pemenuhan gizi masyarakat.

Di sisi lain, Kepala SPPG Rubaru juga menyampaikan pernyataan yang tak kalah problematik.

Ia menegaskan bahwa persoalan sertifikat bukan menjadi tanggung jawab pribadinya. Ia mengaku hanya bertugas sebagai penata pelayanan operasional dan sebatas mengingatkan pihak yayasan atau mitra dapur.

“Itu sudah di luar tanggung jawab saya. Saya hanya membantu pihak mitra atau yayasan untuk mengingatkan agar persyaratan segera dilengkapi,” ujarnya, melalui pesan WhatsApp.

Ia menyebut pengurusan sertifikat sepenuhnya berada di tangan yayasan atau mitra dapur, dengan mekanisme dan tenggat waktu yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, BGN memberikan waktu hingga sekitar satu tahun untuk melengkapi seluruh persyaratan, sementara operasional dapur tetap diperbolehkan berjalan.

“Setahu saya, diberikan waktu sekitar satu tahun. Kalau lebih dari itu belum dilengkapi, BGN bisa memutus kontrak,” bebernya.

Namun pernyataan tersebut justru memunculkan kontradiksi serius. Di satu sisi, sertifikat diakui belum sepenuhnya lengkap.

Di sisi lain, dapur tetap beroperasi tanpa kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab penuh atas legalitas, keamanan pangan, dan perlindungan masyarakat sebagai penerima layanan.

Kepala SPPG Rubaru kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan dalam pengurusan maupun pengambilan keputusan terkait sertifikat.

Baca Juga :  Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

“Saya hanya bertugas sebagai penata pelayanan operasional. Sejak awal saya sudah mengingatkan pihak mitra atau yayasan agar sertifikat-sertifikat itu segera dilengkapi,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar Juknis MBG, Aktivis Tantang SPPG Saronggi Tunjukkan Sertifikat Wajib
SPPG Pakamban Laok 2 Diduga Bermasalah, Guru Ikut Alami Diare Usai Konsumsi MBG
Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman
MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal
MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam
Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:55 WIB

Sertifikat SPPG Rubaru Bermasalah, Anggota DPRD dan Kepala Dapur Saling Lepas Tanggung Jawab

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:32 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Aktivis Tantang SPPG Saronggi Tunjukkan Sertifikat Wajib

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:57 WIB

SPPG Pakamban Laok 2 Diduga Bermasalah, Guru Ikut Alami Diare Usai Konsumsi MBG

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:34 WIB

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:09 WIB

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Berita Terbaru