oleh

Sindir Sidang Paripurna Dihadiri 5 Anggota, Wabup: Mungkin Mereka Sakit

Sumenep, seputarjatim.com Sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengar pidato Presiden Joko Widodo yang digelar kantor DPRD Sumenep, Jumat 16/08/2019, berlangsung sepi. Sidang ini hanya dihadiri 5 anggota DPRD Sumenep saja dan satu unsur pimpinan. Pemandangan sepi tampak pada deretan kursi-kursi anggota dewan yang kosong. Beruntung agenda kenegaraan ini tetap dilanjutkan, karena acara ini ikut dihadiri kepala OPD dan pejabat lain di Pemkab Sumenep.

“Saya gak tahu kemana teman-teman saya yang lain. Kalau saya pribadi memandang acara ini penting. Saya merasa perlu untuk mendengarkan pidato Presiden, khususnya soal kemajuan dan kebijakan yang akan ditempuh Presiden dalam memimpin Negara kita,” terang Syaiful Barri, satu dari 5 anggota DPRD yang hadir.

Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep enggan berkomentar banyak terkait minimnya tingkat partisipasi koleganya. Herman pun mengaku tidak tahu jumlah pasti anggota DPRD yang hadir dan tidak. “Agenda sidang paripurna istimewa ini kan tidak ada aturan harus mencukupi kuota forum atau tidak. Ada atau tidak ada anggota, sidang paripurna mendengar pidato Presiden tetap kita gelar,” kata Herman saat ditemui wartawan.

Wabup Achmad Fauzi saat ditemui wartawan usai acara sidang paripurna DPRD Sumenep, Jumat 16/08/2018. (Didik/SJ foto)

Terpisah, minimnya partisipasi anggota DPRD Sumenep ini mendapat sindiran Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep yang hadir dalam acara tersebut. Wabup Fauzi bahkan mengaku sedang kurang sehat, namun tetap hadir dalam acara ini.

“Ya mungkin banyak yang gak sehat ya. Karena sekarang ini kan pancaroba. Saya sendiri aja sebenarnya juga sakit. Tapi karena ini penting, tentang hari kemerdekaan juga, saya paksakan tetap hadir,” ujar Wabup Fauzi saat ditemui wartawan.

Acara sidang paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi ini berakhir pukul 11.00 siang. (dik/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment