Tari Muang Sangkal, Tarian Sakral Masyarakat Sumenep

- Redaksi

Rabu, 25 September 2019 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Penari Muang Sangkal menyambut kedatangan turis kapal pesiar di Pendopo Keraton Sumenep, Jawa Timur. (dok/Didik/ SJ foto)

Penari Muang Sangkal menyambut kedatangan turis kapal pesiar di Pendopo Keraton Sumenep, Jawa Timur. (dok/Didik/ SJ foto)

SUMENEP, seputarjatim.com Indonesia kaya akan keanekaragaman suku bangsa dan budaya, termasuk juga tarian tradisionalnya yang tersebar di masing-masing provinsi. Ada sekitar kurang lebih 352 tarian yang tercatat dalam sejarah indonesia. Jumlah tersebut merupakan aset negara yang juga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai daya tarik wisata.

Kabupaten Sumenep sendiri yang juga memiliki keunikan dari aspek budaya. Seringkali dalam pagelarannya menampilkan tarian muang sangkal. Pencetus tarian tersebut merupakan seniman kelahiran asal Sumenep, Madura, Jawa Timur yaitu Taufikurrachman.

Baca Juga :  Sebanyak 85 KPM Terima BLT-DD dari Pemdes Daramista

Makna dari tari muang sangkal memiliki arti yang cukup sakral. Dalam bahasa madura “Muang” memili definisi membuang, sedangkan “Sangkal” sendiri berarti penolakan. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa tari muang sangkal yaitu tari membuang malapetaka.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelestarian tarian perlu dijaga untuk memberikan pengetahuan kepada generasi mendatang, supaya lebih peduli untuk ikut serta dalam menjaga tarian tradisional di daerahnya. Sumenep pernah mencatatkan rekor, menampilkan 300 siswa penari muang sangkal dalam acara hari jadi Kabupaten Sumenep. Hal ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kepada masyarakat luas bahwa tarian ini masih lestari dan bisa menjadi tontonan menakjubkan di era modern ini. (far/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB