Tayangan Trans7 Dinilai Lecehkan Pasantren dan Kiai, BEM Sumenep Desak KPI Segera Turun Tangan

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ANGKAT SUARA: Divisi Pendidikan dan Kebudayaan BEMSU, M. Rofiqul Mukhlisin (Doc. Seputar Jatim) 

ANGKAT SUARA: Divisi Pendidikan dan Kebudayaan BEMSU, M. Rofiqul Mukhlisin (Doc. Seputar Jatim) 

 

SUMENEP, Seputar Jatim – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU), Madura, Jawa Timur, mengecam keras terhadap salah satu tayangan di stasiun televisi Trans7 yang dinilai melecehkan lembaga pesantren dan merendahkan martabat para kiai.

Tayangan tersebut dianggap mencoreng marwah pesantren yang selama ini menjadi benteng moral dan penjaga nilai-nilai keislaman di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Divisi Pendidikan dan Kebudayaan BEMSU, M. Rofiqul Mukhlisin mengatakan, bahwa kesalahan tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Menurutnya, media sebesar Trans7 seharusnya memiliki standar etik dan sensitivitas budaya yang tinggi, terlebih saat menampilkan konten yang menyangkut simbol keagamaan.

“Kami menilai tayangan itu sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga keagamaan yang memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa. Trans7 harus segera menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik, khususnya kepada kalangan pesantren dan para kiai,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga :  Disdik Sumenep Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lewat Pendidikan Nonformal

Lanjut Rofiqul menyebutkan, bahwa tayangan tersebut bukan hanya mencederai nilai-nilai keislaman, tetapi juga memperlihatkan betapa rendahnya kepekaan sosial dan budaya dalam industri media nasional.

“Televisi adalah ruang edukasi publik, bukan ruang untuk menyinggung dan mempermainkan simbol-simbol agama. Jika hal seperti ini dibiarkan, maka akan menimbulkan keresahan dan kemarahan yang lebih luas di kalangan umat,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator BEMSU, Salman, menilai kasus ini menjadi alarm moral bagi dunia penyiaran Indonesia.

Ia juga mengingatkan, bahwa kebebasan berekspresi di media tidak boleh melampaui batas etika dan nilai agama.

“Media harus sadar bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh melanggar batas moral. Kami, mahasiswa Sumenep, berdiri bersama para santri menuntut pertanggungjawaban dan permintaan maaf dari pihak Trans7,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi bukan sekadar persoalan konten, tetapi juga mencerminkan lemahnya kontrol internal dalam industri penyiaran nasional.

Karena itu, BEMSU mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera turun tangan.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Buka Wawasan Baru Bagi Generasi Muda Melalui Workshop dan Kompetisi Film Pendek 2025

“KPI tidak boleh diam. Ini saatnya menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat dan menjaga kehormatan lembaga pendidikan Islam,” imbuhnya.

“Kami tidak menolak kebebasan media, tetapi kebebasan itu harus diiringi tanggung jawab moral. Jika tidak ada itikad baik dari Trans7, mahasiswa dan santri Sumenep siap mengambil langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk perlawanan moral,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Berita Terbaru