Tembakau Sumenep Melonjak di 2024, Lahan Menyusut di 2025

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAGAH: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat ditemui di ruang kerjanya (SandGt - Seputar Jatim)

GAGAH: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat ditemui di ruang kerjanya (SandGt - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kejayaan tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mencuat.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, bmenunjukkan, pada 2024 Sumenep berhasil menorehkan rekor produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir: 11.309,88 ton dengan luas tanam 15.823 hektare.

Ledakan produksi itu langsung menggerakkan ekonomi desa di sentra tembakau. Para transporter, buruh rajang, hingga pedagang musiman turut kecipratan berkah. Gudang-gudang pabrikan bahkan memperpanjang jam serapan hingga malam hari.

DKPP mencatat luas tanam di tahun 2025 anjlok ke kisaran 8.000 hektare. Penurunan hampir setengah ini memunculkan kekhawatiran bahwa momentum kebangkitan 2024 tidak akan berlanjut.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, capaian 2024 merupakan akumulasi antusias petani setelah melihat harga pasar yang menguntungkan.

“Tahun 2024 menjadi momentum kebangkitan tembakau Sumenep. Luas lahan meningkat pesat karena petani melihat prospek harga yang baik, dan kami juga terus memperkuat pengawasan serta pendampingan,” ujarnya. Selasa (28/10/2025)

Baca Juga :  Deklarasi Rumah Kebangsaan Sumenep, Jadi Titik Baru Gerakan Persatuan Pemuda Madura

Kinerja tembakau di Sumenep sangat dipengaruhi kepercayaan petani terhadap harga. Ketika pasar melemah, petani memilih komoditas lain.

Tahun Produksi (Ton) Luas Lahan (Ha)

2020 5.901,59 8.649,19

2021 6.705,59 9.811,11

2022 3.050,87 5.191,15

2023 6.823,24 9.729,92

2024 11.309,88 15.823,20

Tahun 2022 adalah titik kejatuhan, cuaca tak menentu, serapan gudang rendah, dan harga daun anjlok. Banyak petani rugi dan terpaksa beralih tanaman.

Produksi terbesar datang dari wilayah daratan, lanjut dia, dari Guluk-Guluk, Pasongsongan, Ambunten, Ganding, hingga Bluto. Tembakau mereka dikenal “aroma kuat, daya bakar bagus” kualitas yang sangat disukai industri rokok kretek.

Sementara kawasan seperti Gapura, Batang-Batang, Batuputih, Rubaru, Dasuk, Lenteng, Manding masih menghadapi tantangan kualitas dan serapan gudang karena mengandalkan sawah tadah hujan.

Ia menegaskan, tata kelola harga menjadi faktor paling menentukan masa depan komoditas ini.

“Kemarau basah dan curah hujan tinggi sering menurunkan kualitas daun, sementara harga dan serapan gudang menentukan semangat petani untuk menanam di tahun berikutnya,” tutupnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar
BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
THR Jangan Terkuras Usai Lebaran, BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Sumenep Lebih Cermat Atur Keuangan
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 18:12 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Sumenep

Selasa, 14 April 2026 - 11:13 WIB

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar

Kamis, 9 April 2026 - 18:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Jadi Pelopor Bike to Work, Dorong Gerakan Hemat BBM di Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Berita Terbaru