Walikota Risma: Warga Berperan Penting Dalam Membangun Surabaya

- Redaksi

Rabu, 4 September 2019 - 23:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

(istimewa)

(istimewa)

SURABAYA, seputarjatim.com– Walikota Surabaya, Tri Risma Harini menjadi pembicara dalam forum Bridge For Cities 4.0 yang diadakan oleh UNIDO (salah satu organisasi PBB) di Vienna, Austria, tanggal 3-4 September 2019. Ini pertama kalinya Walikota Risma menjadi pembicara di UNIDO yang dihadiri banyak negara anggota UNIDO.

Forum ini membahas tentang peran digital teknologi dalam perputaran ekonomi di perkotaan. Selain itu, juga dibahas bagaimana peran pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan di sebuah perkotaan melalui desain ramah lingkungan.

(istimewa)

Surabaya menurut Risma telah melakukan banyak hal dalam mendukung hal tersebut. Salah satu contohnya adalah penerapan e-Government di hampir setiap kantor operasional & pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mulai dari sistem manajemen anggaran, pemberian uang pensiun, bantuan sosial, hingga dokumen publik, seperti akta kelahiran, kematian dan pernikahan, sudah dilakukan secara digital,” terang Risma, dikutip dari lamas resmi Pemkot Surabaya.

Baca Juga :  Prihatin Kerusakan Lingkungan, Mahasiswa Kembali Turun Jalan

Untuk mendukung penggunaan aplikasi online ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan 3.392 koneksi internet yang bisa digunakan masyarakat. Ini belum termasuk 200 e-kios dan 1.900 titik wifi yang tersebar di seluruh penjuru kota Surabaya.

(istimewa)

Tidak sekedar pemanfaatan teknologi untuk menjaga lingkungan, Surabaya juga telah melakukan beberapa hal secara manual. “Surabaya mempunyai tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Ini dikarenakan uang yang dimiliki Surabaya terbatas jika hanya mengandalkan teknologi,” imbuh Walikota Risma.

Tersebarnya 371 bank sampah bisa menampung hingga 7,14 ton sampah/minggu. Ini jg meningkatkan pendapatan hingga 11.000 USD/bulan. Sedangkan sampah organik diubah menjadi kompos oleh masyarakat dengan cara yang sederhana. Kompos tersebut bisa digunakan masyarakat untuk urban farming.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Pastikan RPJMD 2025-2029 Dapat Dijadikan Tolak Ukur Keberhasilan Pembangunan Daerah
(istimewa)

“Jadi kita bisa mengembalikan makanan sisa tersebut ke tanah untuk digunakan sebagai penyubur. Dengan adanya 28 rumah kompos, Surabaya bisa memupuki 458 taman yang tersebar,” jelas Risma.

Dengan cara tersebut menurut Risma bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke dalam TPA. Ini juga akan berimbas dengan penghematan biaya perawatan taman.

(istimewa)

Dari semua usaha itu, Surabaya bisa mengontrol konsumsi energi, pengurangan jumlah sampah yang masuk ke TPA meskipun jumlah penduduk terus bertambah. Hal ini belum termasuk sisi positif bertambahnya kualitas udara di Surabaya.

“Kekuatan dan kebersamaan masyarakat, adalah poin penting dalam menjadikan lingkungan lebih baik. Ini juga membuat teknologi menjadi lebih efektif sehingga perputaran ekonomi di Surabaya menjadi lebih lancar,” pungkas Walikota Risma. (joe/red)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam
Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Dialog Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Minta Pemkab dan Aparat Penegak Hukum Tak Tinggal Diam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Berita Terbaru