Dianggap Tak Efektif, GPPD Malang Minta Pemdes Talangsuko Transparan Kelola DD

- Redaksi

Rabu, 29 Januari 2025 - 22:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

GERBANG: Kantor Pemerintah Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur

GERBANG: Kantor Pemerintah Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur

MALANG, Seputar Jatim – Gerakan Pemuda Peduli Desa (GPPD) meminta Kepala Desa (Kades) Talangsuko, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk melakukan pengelolaan Dana Desa (DD) secara efektif dan tepat sasaran.

GPPD menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang terukur, khususnya untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan desa sebagai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, GPPD juga menekankan pentingnya menghindari pembangunan yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga atau hanya membuang-buang anggaran.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua GPPD, Firman Maulana, menyampaikan, bahwa masyarakat berharap DD dapat dikelola secara transparan dan efektif sesuai dengan perencanaan dalam APBDes 2025 (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa).

“Kami ingin pengelolaan anggaran benar-benar diarahkan untuk kebutuhan prioritas masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan, yang selama ini menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga” tegasnya, Rabu (29/1/2025).

Baca Juga :  Said Abdullah Serahkan Sepeda Motor Beat dan Uang Rp15 Juta kepada Guru Honorer 30 Tahun Korban Kekerasan

Selain itu, Firman akrabnya, juga menyoroti permasalahan saluran irigasi dan drainase di Desa Talangsuko yang dinilai kurang optimal.

Sebab, kondisi ini sering menyebabkan genangan air dan banjir di beberapa titik, terutama saat musim hujan. Genangan air tidak hanya merusak jalan tetapi juga mengganggu aktivitas warga dan dapat memicu kerusakan lingkungan.

“Kerusakan jalan dan buruknya sistem drainase ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran kegiatan ekonomi. Jika dibiarkan, banjir akibat sistem drainase yang buruk akan semakin merugikan masyarakat. Kami berharap percepatan perbaikan jalan dan pengelolaan drainase menjadi prioritas krusial dalam alokasi Dana Desa,” terangnya.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur yang penting, ia pun mengingatkan, pemerintah desa untuk menghindari pembangunan proyek yang tidak jelas dengan kebutuhan masyarakat atau berpotensi membuang anggaran.

Proyek-proyek seperti pembuatan fasilitas yang jarang digunakan atau renovasi yang tidak mendesak harus dikaji ulang agar tidak mengalihkan dana dari kebutuhan prioritas.

“Anggaran Dana Desa harus dimanfaatkan untuk program-program yang memberikan dampak secara nyata bagi warga, seperti perbaikan jalan berlubang, pembangunan fasilitas kesehatan, atau program pemberdayaan ekonomi. Pembangunan yang tidak jelas hanya akan menyia-nyiakan anggaran yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia pun meminta pemdes harus transparan dalam pengelolaan DD, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara aktif baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan.

Baca Juga :  Gandeng Universitas Brawijaya Malang, Bappeda Sumenep Siap Tuntaskan Kemiskinan

“Keterbukaan informasi adalah fondasi untuk membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Kami mengusulkan agar laporan penggunaan anggaran disampaikan secara berkala dan bisa diakses oleh masyarakat Desa Talangsuko , sehingga tidak ada keraguan atau dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa,” tandasnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan berkomitmen untuk mendukung pemerintah desa dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan bersama.

“Kami yakin bahwa dengan kerja sama yang baik, Desa Talangsuko bisa menjadi lebih maju. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan ini agar setiap anggaran yang digunakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru