Produksi Buah Srikaya di Sumenep Turun, Harga Melonjak hingga Rp90 Ribu Perkilogram

- Redaksi

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PINGGIR JALAN: Penjual buah srikaya di Kecamatan Saronggi Sumenep, saat merapikan dagangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

PINGGIR JALAN: Penjual buah srikaya di Kecamatan Saronggi Sumenep, saat merapikan dagangannya (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Musim panen buah srikaya tengah berlangsung di Desa Tanamerah, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Namun, harga buah dengan rasa manis legit ini justru mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp 90 ribu perkilogram

“Harga mencapai segini karena produksi menurun akibat cuaca yang kurang mendukung selama masa pertumbuhan tanaman,” ujar Penjual Buah Srikaya, Fatmawati, Kamis (27/2/2025)

Baca Juga :  Langkah Strategis untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok, Pemkab Sumenep Kembali Lakukan Operasi Pasar

Bagi sebagian petani, lanjut dia, kenaikan harga ini memang membawa keuntungan. Namun, bagi petani yang mengalami gagal panen atau hasil panennya turun drastis, kondisi ini tetap menjadi tantangan.

“Meski harga segini, banyak konsumen tetap mencari srikaya karena rasanya yang khas dan manfaat kesehatannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Terbanyak Ungkap Kasus Narkoba, Satresnarkoba Polres Sumenep Terima Dua Penghargaan

Menurut prediksi para pedagang, harga srikaya kemungkinan akan mulai stabil dalam satu hingga dua bulan ke depan seiring dengan panen dari beberapa daerah yang lebih terlambat.

“Namun, jika kondisi cuaca masih tidak menentu, harga bisa tetap bertahan di level tinggi,” pungkasnya. (Sand/EM)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sate Madura Cak Ardi, Potret UMKM Sukses Naik Kelas di Malang Lewat Transformasi Digital
Air Mineral ‘Eatore’ Resmi Diluncurkan, IKAMA dan Pesantren Mathali’ul Anwar Dorong Kemandirian Ekonomi
BPRS Bhakti Sumekar Permudah Akses Layanan, Fitur Pencarian ATM dan Kantor Cabang Kini Hadir di Aplikasi BBS Mobile
PT ESM Pamekasan Kirim 20 Juta Rokok ke Filipina, Babak Baru Kebangkitan Industri Tembakau Madura
UMKM Jadi Penopang Utama Ekonomi Sumenep, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja Lokal
UMKM Sumenep Serap Separuh Tenaga Kerja, Pemkab Dorong Legalitas dan Digitalisasi Usaha
BPRS Bhakti Sumekar Teguhkan Komitmen Bangun Ekonomi Syariah di Momentum Hari Jadi Sumenep Ke 756
Panen Raya MT-3 di Bunpenang, Jadi Bukti Transformasi Pertanian Sumenep Menuju Kemandirian Pangan

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:36 WIB

Sate Madura Cak Ardi, Potret UMKM Sukses Naik Kelas di Malang Lewat Transformasi Digital

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:38 WIB

Air Mineral ‘Eatore’ Resmi Diluncurkan, IKAMA dan Pesantren Mathali’ul Anwar Dorong Kemandirian Ekonomi

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:21 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Permudah Akses Layanan, Fitur Pencarian ATM dan Kantor Cabang Kini Hadir di Aplikasi BBS Mobile

Jumat, 28 November 2025 - 01:18 WIB

PT ESM Pamekasan Kirim 20 Juta Rokok ke Filipina, Babak Baru Kebangkitan Industri Tembakau Madura

Kamis, 6 November 2025 - 23:54 WIB

UMKM Jadi Penopang Utama Ekonomi Sumenep, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Berita Terbaru

ILUSTRASI: Menu MBG basi yang hampir dikonsumsi oleh siswa di sekolah (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

Ayam Basi dalam Menu MBG, SPPG Marengan Daya Tuai Kecaman

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:34 WIB

ILUSTRASI: Beberapa siswa membuang menu MBG karena tidak enak (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Rabu, 28 Jan 2026 - 10:09 WIB

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB