Hardiknas 2025, Aktivis Minta Disdik Sumenep Tegas Tindak Pelaku Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 20:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Stop kekerasan seksual dunia pendidikan di Sumenep 2025 (Foto Istimewa)

ILUSTRASI: Stop kekerasan seksual dunia pendidikan di Sumenep 2025 (Foto Istimewa)

SUMENEP, Seputar Jatim – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, aktivis Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengingatkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan dari ancaman kekerasan seksual.

Hal ini, karena dunia pendidikan di Sumenep marak kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru dan tenaga pendidik, maka belakangan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Dengan begitu, sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang aman bagi peserta didik, dan bagaimana dunia pendidikan kembali suci. Tidak boleh ada lagi ruang bagi predator seksual di sekolah, pesantren, atau lembaga pendidikan di Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, harus lebih aktif dalam melakukan pengawasan, serta memastikan setiap kasus kekerasan seksual ditindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kami tidak ingin mendengar lagi kasus yang ditutupi demi nama baik sekolah. Nama baik tidak lebih penting dari keselamatan anak-anak,” ujarAktivis Sumenep, Andi Irawan, Jumat (2/5/2025).

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep Terima 75 Peserta Calon Paskibraka dalam Tahap Seleksi Akhir

Lantas, lanjut dia, apa gunanya bicara tentang merdeka belajar jika ruang belajar saja tak merdeka dari kekerasan seksual.

“Jadi bagaimana kasus-kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan sering kali ditutup rapat dengan dalih menjaga nama baik sekolah atau pesantren. Dalam banyak kasus, pelaku adalah sosok berpengaruh baik guru, ustaz, bahkan pimpinan lembaga, sementara korban dibungkam, dipermalukan, atau terpaksa mengundurkan diri. Ini tidak boleh lagi terjadi di Kabupaten Sumenep pada tahun ini,” tegasnya.

“Ada pola sistemik di mana lembaga pendidikan lebih sibuk melindungi reputasi daripada menyelamatkan anak-anak. Ini bukan sekadar kelalaian. Ini kejahatan struktural,” ujar dengan lantang.

Maka begitu, pada tahun 2025 ini Kabupaten Sumenep husunya dunia pendidikan harus bersih terhadap kasus seksual, apalagi oknum-oknum tenaga pendidiknya yang sering kali terlihat kasus seksual atau bahkan perselingkuhan dan lainnya semacamnya.

“Saya ingatkan kembali terhadap Kepala Dinas Pendidikan Sumenep harus bersikap tegas untuk membrantas kasus-kasus seksual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra, memastikan tidak hanya kualitas pendidikan yang meningkat, tetapi juga integritas dan moralitas para tenaga pendidik tetap terjaga.

Ia menegaskan, tidak akan ada ruang bagi predator seksual di lingkungan pendidikan Sumenep 2025. Bila ditemukan, sanksi tegas akan dijatuhkan baik dari pemecatan hingga proses hukum yang sesuai dengan prosedur yang ada.

“Kami tidak ingin Hari Pendidikan Nasional hanya sekedar perayaan semata, Ini adalah momen pernyataan sikap. Sekolah bukan tempat bagi kekuasaan yang disalahgunakan. Kami pastikan anak-anak kita aman, dan guru-guru yang berdedikasi tidak tercoreng oleh oknum bejat,” tegasnya.

“Mendidik adalah kehormatan. Siapa pun yang menyalahgunakannya, akan berhadapan dengan hukum dan masyarakat,” pungkasnya. (Sand/EM))

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut
Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Dijanjikan Bisnis 37 Dapur MBG, Warga Sumenep Rugi Rp288,9 Juta, Nama Istri Anggota DPR RI Disebut

Rabu, 9 September 2026 - 11:20 WIB

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB