Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

MENJELASKAN: Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, saat diwawancarai di ruangannya (Dok. Seputar Jatim)

MENJELASKAN: Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, saat diwawancarai di ruangannya (Dok. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah berusaha keras agar lima warisan budaya lokal bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia 2025 oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Kelima warisan budaya lokal yang diperjuangankan tersebut, yaitu Tari Teng Tere’, Tari Gambu Sumenep, Jamasan Pusaka, Mento, dan Bal Budhi.

Semua tradisi ini bukan hanya karya seni turun-temurun, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur dan jati diri masyarakat Sumenep yang religius, gotong royong, dan berbudaya tinggi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan mengatakan, bahwa seluruh tahapan sidang penilaian sudah selesai.

Saat ini, Sumenep hanya tinggal menunggu hasil penetapan resmi dari Kementerian Kebudayaan.

“Alhamdulillah, sidang berjalan lancar. Lima budaya dari Sumenep sudah dikonfirmasi substansinya oleh tim penilai. Kami tinggal menunggu pengumuman resmi pada 21 Oktober 2025,” ucapnya, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi Sumenep ke 756, BPRS Bhakti Sumekar Buka Bazar UMKM dan Pasar Murah

Menurutnya, masing-masing budaya memiliki filosofi dan pesan moral yang tetap relevan di tengah kehidupan modern saat ini.

  1. Tari Teng Tere’ menggambarkan kekompakan masyarakat.
  2. Tari Gambu menonjolkan semangat kepahlawanan dan keberanian.
  3. Jamasan Pusaka melambangkan penyucian diri dan penghormatan terhadap leluhur.
  4. Mento menjadi simbol penghargaan kepada tamu.
  5. Bal Budhi menggambarkan keceriaan dan solidaritas masyarakat pesisir.

“Warisan budaya ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi cerminan karakter dan identitas masyarakat Sumenep yang terus hidup dari generasi ke generasi,” tegasnya.

Lanjut Iksan menambahkan, pengakuan nasional terhadap lima warisan budaya tersebut akan memberi dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumenep.

“Jika sudah ditetapkan, ini akan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Sumenep sebagai destinasi budaya unggulan di Jawa Timur. Tradisi lokal bukan hanya sumber kebanggaan, tapi juga potensi kesejahteraan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sains Hanya Jadi Teori di Papan Tulis, Puluhan SMP di Sumenep Tak Punya Laboratorium

Ia juga meminta semua pihak, mulai dari seniman, akademisi, hingga masyarakat, untuk terus terlibat aktif menjaga dan melestarikan budaya daerah.

“Yang kita rawat bukan sekadar kesenian, tapi nilai kehidupan dan warisan leluhur yang membentuk jati diri Sumenep,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman
Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar
Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 06:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Bupati Sumenep Sebut Festival Tong-Tong Jadi Ruang Kreativitas Seniman

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:44 WIB

Rukun Karya Genap 50 Tahun, Komitmen Lestarikan Ludruk Madura Tak Pernah Pudar

Senin, 11 Mei 2026 - 09:47 WIB

Disbudporapar Sumenep Perkuat Identitas Budaya Lewat Festival Jeren Serek 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB