Sains Hanya Jadi Teori di Papan Tulis, Puluhan SMP di Sumenep Tak Punya Laboratorium

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

TEGAS: Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat, saat diwawancarai media (SandiGT - Seputar Jatim) 

TEGAS: Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat, saat diwawancarai media (SandiGT - Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Wajah pendidikan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyisakan ironi yang mencolok.

Puluhan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, hingga kini belum memiliki laboratorium, fasilitas dasar yang seharusnya melekat pada pembelajaran sains.

Sebab, tanpa laboratorium, mata pelajaran seperti Fisika, Biologi, dan Kimia berubah menjadi sekadar teori di papan tulis.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sains yang seharusnya mengasah logika dan daya eksplorasi, kini hanya menjadi hafalan rumus dan definisi.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat menyebutkan, bahwa banyak sekolah negeri yang dulu memiliki laboratorium, namun kini terbengkalai, rusak, berdebu, bahkan sebagian berubah fungsi menjadi gudang.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Busana Santri pada Momentum HSN 2025

“Memang ada sekolah yang dulu punya laboratorium, tapi sekarang tidak terpakai karena rusak. Ada juga yang sejak berdiri memang belum memiliki,” ujarnya, Senin (20/10/2205).

Ironinya, kondisi ini bukan hal yang baru. Selama bertahun-tahun, isu minimnya fasilitas pendidikan di Sumenep hanya berputar di meja rapat tanpa arah penyelesaian.

Bahkan, kata dia, pemerintah daerah berdalih keterbatasan anggaran dan ketergantungan terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat.

“Kami terbatas pada data yang masuk di sistem Krisna melalui Dapodik. Prioritas pembangunan ditentukan kementerian,” paparnya.

Namun, jika pembangunan laboratorium harus terus menunggu DAK yang tidak pasti, lantas sampai kapan siswa di Sumenep harus belajar tanpa alat peraga dan praktik nyata.

Kondisi ini memperlihatkan betapa pendidikan sains di daerah hanya dijalankan secara administratif, bukan substantif. Sekolah swasta bahkan tidak diwajibkan memiliki laboratorium ketika mengurus izin operasional.

“Laboratorium bukan syarat mutlak bagi sekolah swasta,” tegasnya.

Artinya, pemerintah daerah sadar bahwa banyak sekolah tanpa sarana praktik, tetapi regulasi justru membiarkan hal itu terus berlangsung. Paradoks yang telanjang di satu sisi pemerintah berbicara tentang kurikulum berbasis kompetensi, tapi di sisi lain tidak menyiapkan ruang kompetensi itu sendiri.

Baca Juga :  Petani Milenial Ciptakan Pupuk Organik Racikan Sendiri, DKPP Sumenep Siap Dukung Penuh

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, menilai ketiadaan laboratorium sebagai bukti lemahnya komitmen pemerintah dalam menata arah pendidikan.

“Laboratorium itu bukan pelengkap, tapi kebutuhan dasar. Kalau anak-anak belajar sains tanpa praktik, jangan berharap mereka bisa berpikir kritis,” ucapnya.

Lanjut ia menegaskan, bahwa Pemkab Sumenep seolah terlalu nyaman berlindung di balik alasan keterbatasan DAK, tanpa mengupayakan sumber alternatif seperti APBD atau kemitraan CSR.

“Kita ini sering terjebak dalam rutinitas birokrasi. Pemerintah harus proaktif, bukan sekadar menunggu bantuan pusat. Ini soal investasi intelektual generasi muda,” tukasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Avanza Putih Muat Jeriken Diduga Isi Pertalite di SPBU Kolor Sumenep
Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?
Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri
Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai
SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep
Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan
Aroma Dugaan Penyelewengan DD Meddelan Terungkap, Inspektorat Sumenep Dinilai Kecolongan
Inspektorat Sumenep Periksa Dana Desa Meddelan, Warga Mulai Bertanya?

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kabel WiFi Semrawut di Jalan Pakondang Picu Warga Terjatuh, Pemuda: Haruskah Menunggu Korban Lagi?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Daya Sumenep Temukan Mayat Diduga Bakar Diri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Dituding Pelakor, Perempuan di Sampang Lapor Polisi Usai Alat Kelaminnya Diolesi Cabai

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:54 WIB

SMSI Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan, Tolak Hadiri Undangan Polresta Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB

Hari Jadi ke-758 Sumenep, Logo Baru Jadi Simbol Sejarah dan Semangat Kemajuan

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

TEMPO BERJUDI DI MADURA

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:18 WIB

PAKAIAN: Polresta Sumenep, mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus persetubuhan pelajar (Dok. Seputar Jatim)

Hukum & Kriminal

Terbongkar! Pria di Sumenep Diduga Setubuhi Pelajar 17 Tahun Dua Kali

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:11 WIB

Pamflet ekspansi pasar Rokok Makayasa (Dok. Seputar Jatim)

Ekonomi

Rokok Makayasa Bangun Jaringan Besar hingga Luar Jawa

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:03 WIB