Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERAH TERIMA: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat melakukan Prosesi Arya Wiraraja di Hari Jadi Sumenep yang Ke-756 di Depan Museum Keraton Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SERAH TERIMA: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat melakukan Prosesi Arya Wiraraja di Hari Jadi Sumenep yang Ke-756 di Depan Museum Keraton Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ribuan warga memadati jalan utama kota untuk menyaksikan acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 tahun 2025.

Dalam  kegiatan tersebut digelar Prosesi Penobatan Arya Wiraraja dan Pagelaran Budaya 1.000 Topeng Dalang yang digelar di depan Museum Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi mendalam atas perjalanan panjang Sumenep sebagai salah satu pusat peradaban dan budaya di Madura.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menegaskan, bahwa peringatan hari jadi bukan hanya ajang hiburan, tetapi upaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur kepemimpinan yang diwariskan oleh Raden Arya Wiraraja, tokoh yang menjadi cikal bakal lahirnya pemerintahan Sumenep pada 31 Oktober 1269.

“Raden Arya Wiraraja telah memberikan teladan tentang kepemimpinan yang jujur, berwibawa, dan berpihak pada rakyat. Nilai itu harus menjadi warisan yang terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan kita hari ini,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Baca Juga :  PDKT Disdukcapil Sumenep Masuk 4 Besar Inovasi Daerah 2025

Lanjut ia memaparkan, semangat kepemimpinan Arya Wiraraja masih relevan di era modern.

Kemudian, ia menggambarkan, di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, masyarakat Sumenep harus tetap berpegang pada akar budaya, gotong royong, dan kearifan lokal sebagai pedoman hidup.

“Semangat dan nilai kepemimpinan Arya Wiraraja harus terus dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan pemerintahan. Itulah kunci agar Sumenep tetap maju tanpa kehilangan jati dirinya,” jelasnya.

Menurutnya, bahwa prosesi ini merupakan bagian penting dari tema Hari Jadi ke-756 tahun 2025, yaitu “Ngopeni Songennep”, yang bermakna menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Dengan Ngopeni Songennep, tumbuh rasa kepedulian untuk melestarikan dan menghidupkan tradisi di tengah modernisme, Budaya adalah lentera penuntun kemakmuran dan kehidupan masyarakat kita,” tandasnya.

Puncak acara malam Prosesi Arya Wiraraja ini ditandai dengan penampilan spektakuler Tari Topeng Dalang yang dimainkan oleh 1.000 penari dari berbagai kecamatan di Sumenep.

MEGAH: 1000 penari topeng meriahkan Prosesi Arya Wiraraja di Hari Jadi Sumenep yang Ke-756 di Depan Museum Keraton Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

Dengan iringan gamelan khas Madura dan gemerincing ghungseng di kaki penari, ribuan topeng berwarna warni itu menari kompak di bawah cahaya lampu, menciptakan suasana magis dan membangkitkan nostalgia akan kejayaan seni rakyat Sumenep.

“Pertunjukan malam ini adalah cara kita mengenang akar budaya, menghargai sejarah, dan menunjukkan kepada generasi muda bahwa Sumenep bukan hanya cerita masa lalu, tapi kekayaan yang terus hidup dan berkembang,” imbuhnya.

Lanjut ia menambahkan, Tari Topeng Dalang bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga simbol perjuangan, ekspresi sosial, dan spiritualitas masyarakat Madura.

“Topeng ini bercerita tentang nilai kejujuran, keberanian, dan kesetiaan. Melalui 1.000 Topeng Dalang ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya Sumenep tidak pernah padam, ia hidup dalam jiwa masyarakatnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menuturkan, bahwa prosesi Arya Wiraraja dan pagelaran budaya tahun ini dirancang sebagai strategi penguatan branding Sumenep sebagai Kota Budaya dan Pariwisata Berkelas Dunia.

“Melalui prosesi Arya Wiraraja dan 1.000 Topeng dalang ini, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa Sumenep bukan sekadar memiliki sejarah, tapi juga kebudayaan yang hidup dan mengakar kuat. Ini bagian dari upaya menempatkan budaya sebagai daya tarik wisata unggulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kalender Event 2026 Resmi Diluncurkan, Disbudporapar Sumenep Optimis Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menurutnya, kegiatan spektakuler seperti ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Ribuan penonton dan peserta dari berbagai daerah ikut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, serta ekonomi kreatif masyarakat.

“Dengan melibatkan ribuan penari, seniman lokal, dan generasi muda, kita ingin warisan budaya ini tetap lestari sekaligus menjadi magnet wisata yang membawa manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Iksan menegaskan, Pemerintah Daerah terus mendorong agar setiap momentum budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat dalam menjaga identitas dan membangun peradaban yang berkarakter.

“Kita ingin dunia tahu, Sumenep bukan hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga punya masa depan yang gemilang karena masyarakatnya tidak melupakan akar budayanya,” pungkasnya. (EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru