Serapan APBD Sumenep Masih 77 Persen, Rp612 Miliar Masih Tertahan

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

WAWANCARA: Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumenep, Syahwan Efendi, saat membeberkan tentang sisa anggaran APBD (Doc. Seputar Jatim)

WAWANCARA: Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumenep, Syahwan Efendi, saat membeberkan tentang sisa anggaran APBD (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berjalan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menyisakan pekerjaan rumah besar.

Hingga pertengahan Desember 2025, anggaran sebesar Rp 612,16 miliar tercatat belum terserap.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sumenep, dari total pagu anggaran Rp 2,704 triliun, realisasi belanja baru mencapai Rp 2,092 triliun atau 77,37 persen. Artinya, lebih dari seperlima anggaran daerah masih tertahan menjelang penutupan tahun anggaran.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sumenep, Syahwan Efendi, mengakui kondisi tersebut. Namun ia menegaskan bahwa rendahnya serapan anggaran tidak serta-merta mencerminkan minimnya aktivitas pembangunan.

Menurutnya, sejumlah pekerjaan sebenarnya telah rampung secara fisik, tetapi belum dapat dicatat sebagai realisasi karena masih terkendala proses administrasi pencairan.

“Sebagian pekerjaan sebenarnya sudah selesai, hanya saja proses administrasinya belum tuntas,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga :  SMSI Sumenep Perkuat Barisan Media Siber di Era Ledakan Informasi Digital

Selain faktor administrasi, ia menyebut masih terdapat kegiatan yang tengah berjalan dan menunggu penyelesaian tahap akhir sebelum pembayaran dilakukan.

Dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa, penggunaan anggaran juga tidak selalu menghabiskan pagu karena belanja disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Syahwan juga menyoroti fluktuasi harga barang sebagai salah satu penyebab rendahnya serapan, khususnya pada belanja modal. Ketika harga aktual lebih rendah dibandingkan perencanaan awal, selisih anggaran otomatis tidak terpakai.

“Penurunan harga barang dari rencana awal membuat sebagian anggaran tidak digunakan,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah terus memacu percepatan realisasi agar sisa anggaran dapat dimaksimalkan sebelum tutup buku tahun anggaran. Upaya tersebut dilakukan dengan mempercepat proses administrasi tanpa mengabaikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Kami terus mendorong percepatan, tetapi tetap sesuai prosedur,” tegasnya.

Di sisi lain, Komisi III DPRD Sumenep meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menjadikan sisa anggaran sekadar angka statistik, melainkan segera diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, menilai sisa waktu yang ada menuntut kinerja ekstra dari OPD.

Namun ia mengingatkan agar percepatan realisasi tidak berubah menjadi praktik ‘kejar tayang’ yang justru mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Jangan sampai serapan tinggi, tapi kualitas rendah. Itu justru merugikan masyarakat,” tegas politisi PKB tersebut.

Ia menambahkan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pekerjaan yang dipaksakan di akhir tahun kerap menyisakan persoalan kualitas dan akuntabilitas.

Karena itu, pengawasan harus diperketat dan setiap pencairan anggaran wajib diiringi hasil kerja yang jelas.

“Uang daerah harus menghasilkan pekerjaan yang benar-benar bermanfaat dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar
Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar
Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha
Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Wabup Sumenep Minta ASN Taat Aturan, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan
Pilkada 2029 Mulai Dipersiapkan, Pemkab Sumenep Rancang Dana Cadangan Rp75 Miliar
RAPBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan, Insentif Guru hingga Bantuan Perahu Nelayan Disiapkan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Gandeng Kepolisian, Disperkimhub Sumenep Perketat Penertiban Jukir Liar

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Disperkimhub Sumenep Terapkan Tarif Parkir Nonberlangganan bagi Kendaraan Pelat Luar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Bupati Sumenep Minta Santri Harus Mandiri, Kreatif, dan Mampu Bangun Usaha

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gelar Apel HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Bupati Sumenep Ajak OPD hingga Pemerintah Desa Baca Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terbaru