Darurat Kekerasan Seksual, Aliansi Perempuan Akan Kepung Polres Sumenep

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FLAYER: Aksi Darurat Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan-Anak Sumenep siap menggruduk polres (Istimewa - Seputar Jatim)

FLAYER: Aksi Darurat Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan-Anak Sumenep siap menggruduk polres (Istimewa - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan dan Anak Sumenep akan menggelar aksi damai di depan Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Senin, 29 Desember 2025 mendatang.

Aksi ini menjadi bentuk perlawanan terbuka terhadap apa yang mereka sebut sebagai krisis perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual.

Kabupaten Sumenep kembali berada di bawah sorotan tajam publik seiring meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Aliansi menilai, alih-alih mendapatkan rasa aman, pendampingan, dan keadilan, sejumlah korban justru mengalami tekanan psikologis, pelaporan balik, hingga ancaman hukum yang memicu trauma berlapis.

Aliansi tersebut lahir dari kegelisahan bersama atas realitas pahit yang dialami para korban. Puluhan organisasi perempuan, mahasiswa, lembaga sosial, hingga majelis keagamaan bergabung dalam barisan aksi.

Mereka menegaskan bahwa persoalan kekerasan seksual di Sumenep bukan lagi kasus per kasus, melainkan telah berkembang menjadi persoalan struktural yang menuntut koreksi serius dari institusi penegak hukum.

Baca Juga :  Arus Nataru Menggeliat, Penumpang Terminal Wiraraja Sumenep Naik 15 Persen

Perwakilan Perempuan Inspirasi Sumenep (PIS), Lina Wafia mengungkapkan, bahwa adanya dugaan praktik perlindungan terhadap terduga pelaku kejahatan seksual, sekaligus kriminalisasi terhadap keluarga korban.

“Kami mencatat adanya laporan polisi tertanggal 24 Juni 2025 dengan nomor LP/B/303/VI/2025/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur yang justru menyeret keluarga korban. Ini melukai rasa keadilan dan membuat korban semakin terpinggirkan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menimbulkan efek domino yang berbahaya, di mana korban lain memilih bungkam karena takut dikriminalisasi.

Padahal, negara memiliki kewajiban mutlak untuk menjamin perlindungan korban kekerasan seksual, baik secara hukum maupun psikologis.

Dalam aksi damai itu, aliansi akan menyampaikan empat tuntutan utama: desakan pemecatan dan pemidanaan oknum aparat yang diduga menyalahgunakan kewenangan, penangkapan pelapor yang dituding melakukan rekayasa hukum, serta penghentian laporan yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap keluarga korban.

Lebih jauh, mereka menyerukan komitmen terbuka agar tidak ada lagi praktik perlindungan terhadap predator perempuan dan anak. Bagi aliansi, keberanian masyarakat sipil hari ini akan menjadi penentu apakah hukum benar-benar berdiri sebagai pelindung, atau justru berubah menjadi alat penindasan.

Baca Juga :  Bantuan KIP JAWARA Diduga Dipalak Ratusan Ribu, Kepala Dinsos Sumenep Terkesan Menghindar

Aksi damai ini menjadi pengingat keras bahwa keadilan tidak boleh berhenti di ruang laporan polisi, dan perlindungan terhadap perempuan serta anak harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar slogan. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai
Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius
Korluh BPP Lenteng Hemat Bicara Soal Poktan Surya Tani, Transparansi Bantuan Handtraktor Kian Samar
Kades Meddelan Mengamuk, Ketua BUMDes Diancam Dilaporkan!
Geram, Anggota Poktan Surya Tani Adukan Dugaan Raib Handtraktor ke DKPP Sumenep

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Monev BPP Lenteng Dinilai Kabur, Keberadaan Bantuan Handtraktor Surya Tani Kian Misterius

Berita Terbaru