Jalan Rusak 10 Tahun Dibiarkan, Warga Pragaan Laok Terpaksa Gantikan Peran Pemerintah Desa

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

KOMPAK: Dua warga sedang live TikTok meminta donasi untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Pragaan Laok (Doc. Seputar Jatim)

KOMPAK: Dua warga sedang live TikTok meminta donasi untuk memperbaiki jalan yang rusak di Desa Pragaan Laok (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Potret kelalaian pemerintah desa kembali dipertontonkan di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Warga setempat terpaksa memperbaiki sendiri jalan poros desa sepanjang kurang lebih 250 meter secara swadaya, setelah kerusakan parah dibiarkan menahun tanpa sentuhan pembangunan dari Pemerintah Desa Pragaan Laok.

Jalan yang berada di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep itu diketahui telah rusak selama lebih dari satu dekade.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun ironisnya, hingga kini tidak pernah masuk skala prioritas pembangunan, baik dalam program pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

“Jalan ini rusak bukan setahun dua tahun, tapi sudah sangat lama. Tidak pernah ada tindakan nyata. Akhirnya kami sepakat bergerak sendiri,” ujar Koordinator Warga, Abusairi, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Apel Perdana 2026, Wabup Sumenep Minta ASN Kerja Nyata, Bukan Sekadar Formalitas

Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan akses vital aktivitas warga. Setiap hari dilalui pelajar, petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Saat musim hujan, kata dia, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin, sementara di musim kemarau dipenuhi lubang dan debu tebal.

“Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan ringan dan jelas menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Tapi anehnya, kerusakan ini seolah dianggap biasa dan dibiarkan bertahun-tahun,” tegasnya.

Merasa terus menjadi korban pembiaran, warga kemudian menggalang dana secara mandiri. Biaya perbaikan dihimpun dari iuran masyarakat serta donasi publik yang dikumpulkan melalui siaran langsung di media sosial TikTok.

“Dari penggalangan itu terkumpul sekitar Rp15 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli material dan membiayai perbaikan jalan yang dikerjakan secara gotong royong,” jelasnya.

“Tidak besar, tapi cukup. Yang penting jalannya bisa dilewati dan tidak membahayakan warga,” imbuhnya.

Langkah swadaya warga ini sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola dan prioritas anggaran desa.

Di tengah besarnya dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahun, perbaikan jalan poros yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat justru luput dari perhatian.

Baca Juga :  Dari Pamekasan untuk Jatim, Khofifah Sambut Kepulangan Valen DA7 Penuh Kehormatan

Warga menilai, pembangunan desa selama ini lebih banyak bersifat seremonial dan simbolik, tanpa menyentuh persoalan paling mendasar.

“Kami tidak menuntut proyek besar. Kami hanya ingin jalan yang layak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pragaan Laok belum memberikan keterangan resmi terkait alasan jalan poros desa tersebut tak kunjung diperbaiki. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam
Bahas Tambang Ilegal di Pamekasan, JIP Hadirkan Pemerintah, Polisi hingga Akademisi
Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB
Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026
Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum
Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep
Dugaan Perusakan Rumah dan Teror Celurit di Pamekasan, Jaka Jatim Desak Polisi Usut Tuntas
Kuota Cuma 20 Grup, Jangan Lewatkan! Festival Banjari Al-Habsyi se-Sumenep Siapkan Hadiah Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Dugaan Ancaman Celurit hingga Perusakan Usaha, Dear Jatim Desak Kapolres Pamekasan Tuntaskan dalam 7×24 Jam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Kasus DBD di Pamekasan Capai 380, Dinkes Siapkan 4 Langkah Antisipasi KLB

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Puncak Festival Banjari Al-Habsyi, DRT Gemar Bershalawat Hadirkan Majelis At-Taufiq Meriahkan HSN 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Dua Kades Terjerat Kasus Narkoba, DPMD Sumenep Pilih Tegak Lurus pada Hukum

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Geger! Bayi Laki-Laki Ditemukan di Atas Kursi Rusak di Pinggir Jalan Prenduan Sumenep

Berita Terbaru