SUMENEP, Seputar Jatim – Polemik dugaan raibnya bantuan handtraktor milik Kelompok Tani (Poktan) Surya Tani, Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai mendapat respons dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lenteng.
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL), pihak BPP Lenteng memastikan bahwa handtraktor tersebut masih berada di lokasi. Di mana sebelumnya alat mesin pertanian itu dipersoalkan oleh anggota Poktan Surya Tani.
“Waalaikumsalam, Dari monitoring PPL wibi kami, Handtraktor ada dilokasi,” ujar Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kecamatan Lenteng, Saddam Susilo, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (22/1/2026).
Menurutnya, konflik internal antara anggota Poktan dan Ketua Poktan Surya Tani, pihak BPP Lenteng menyatakan akan melakukan pendampingan agar persoalan tidak semakin melebar.
“Enggi mas kami akan terus mendampingi,” jawabnya singkat.
Namun, komitmen pendampingan tersebut tidak diiringi dengan keterbukaan informasi. Saat awak media mencoba melakukan klarifikasi lanjutan, BPP Kecamatan Lenteng justru memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih jauh.
Upaya konfirmasi mengenai proses monitoring, termasuk soal kehadiran anggota Poktan dan Ketua Poktan Surya Tani saat monitoring dilakukan, tidak mendapat tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan, BPP Kecamatan Lenteng belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Bahkan, saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, kepada Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Kecamatan Lenteng, Saddam Susilo, terlihat berdering, namun tidak dijawab.
Sikap irit bicara itu terkesan bungkam ini justru menambah tanda tanya besar di tengah upaya klarifikasi publik terhadap polemik bantuan handtraktor yang bersumber dari program pemerintah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, bantuan handtraktor untuk Poktan Surya Tani di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tahun 2021, menuai kegaduhan.
Bantuan yang seharusnya memberikan asas manfaat bagi anggota kelompok tani tersebut justru disinyalir raib dan tidak pernah dirasakan kegunaannya.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, mengaku bantuan tersebut tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh anggota Poktan. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









