Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: SPPG Jambu ternyata diketahui sertifikat wajib MBG belum lengkap (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: SPPG Jambu ternyata diketahui sertifikat wajib MBG belum lengkap (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kelengkapan enam sertifikat wajib operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambu yang dikelola Yayasan Mathlabul Ulum, masih menuai sorotan tajam.

Pasalnya, pernyataan yang disampaikan menunjukkan inkonsistensi dan terkesan berbelit, sebagaimana terekam jelas dalam percakapan WhatsApp.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, pihak SPPG awalnya mengklaim telah mengantongi sertifikat utama sebagai syarat operasional.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“6 sertifikat lagi di proses mas. Yang paling wajib salah satunya adalah SLHS dan itu kami sudah miliki dari awal,’ tulis Kepala SPPG Jambu Yayasan Mathlabul Ulum, Moh. Anwar Effendy, dalam pesan WhatsApp, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai sertifikat krusial lainnya seperti halal dan HACCP, jawaban yang diberikan berubah dan tidak lagi tegas.

“Sudah aman untuk itu mas,” jawab pihak SPPG singkat, tanpa penjelasan rinci mengenai status dokumen yang dimaksud.

Ketika kembali dikonfirmasi terkait maksud istilah ‘aman’ serta kejelasan sertifikat lanjutan seperti ISO 22000 dan ISO 45001, pihak SPPG akhirnya mengakui bahwa sertifikat-sertifikat tersebut belum rampung.

“Sertifikat halal sudah kami proses itu mas kemarin, dan sertifikat-sertifikat yang lain juga sedang dalam proses,” tulisnya.

Upaya konfirmasi lanjutan mengenai apakah proses sertifikat tersebut disertai Surat Keterangan (Suket) sebagai dasar operasional sementara juga tidak dijawab secara tegas. Pihak SPPG justru terkesan menghindari penjelasan lebih detail.

“Mohon izin mas, maaf hanya itu yang bisa kami jawab dulu sementara, intinya semua masih dalam proses,” ucapnya.

Rangkaian jawaban yang berubah-ubah ini dinilai mencerminkan sikap plin-plan dan minim transparansi, terutama terkait dokumen penting yang berkaitan langsung dengan keamanan pangan dalam Program Menu Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, kelengkapan sertifikat seperti SLHS, halal, HACCP, ISO 22000, dan ISO 45001 merupakan syarat mutlak untuk menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi siswa.

Baca Juga :  Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029

Ketidaklengkapan sertifikat tersebut menimbulkan tanda tanya besar terhadap pengawasan dapur SPPG dan berpotensi membuka celah beredarnya menu MBG yang tidak layak konsumsi.

Kondisi ini jelas bertentangan dengan Surat Edaran Nomor HL.02.02/C.I/4202/2025 tentang instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa dapur SPPG yang tidak melengkapi seluruh sertifikat hingga tenggat waktu yang ditentukan wajib dihentikan operasionalnya sementara serta tidak diberikan anggaran. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai
IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI
Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak
SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi
Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha
Kecewa Audiensi Tak Ditemui Kepala DKPP Pamekasan, JKP Siapkan Aksi Petani 13 Kecamatan
Warga Langsar Dilanda Kekeringan, Bupati Sumenep Turun Langsung Salurkan Air Bersih
Raker 2027, SMSI Sumenep Siapkan Strategi Tembus Pasar Nasional Lewat Penguatan Teknologi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Jaga Hak Korban, Kapolresta Sumenep Serahkan Kendaraan Barang Bukti untuk Dipinjam Pakai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

IWO Gelar Seminar Jurnalistik di UPI Sumenep, Etika Pers Tak Boleh Kalah oleh AI

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:41 WIB

Puluhan Grup Ikuti Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family, Majelis At-Taufiq Siap Guncang Malam Puncak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51 WIB

SKK Migas-KEI Perkuat Kompetensi Guru Non-PNS di Kepulauan Sumenep, Kemenag, DPRD dan Akademisi Beri Apresiasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Realisasi Investasi Sumenep Lampaui Target Triwulan II, DPMPTSP Perkuat Pembinaan Pelaku Usaha

Berita Terbaru