Klarifikasi MBG Dinilai Tak Tuntas, SPPG Pakamban Laok 2 Hanya Beri Jawaban Singkat

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MELINTAS: Mobil dari SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi saat mengantar paket MBG (Doc. Seputar Jatim)

MELINTAS: Mobil dari SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi saat mengantar paket MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali disorot.

Kepala SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi, Badri, dinilai melanggar ketentuan pelaksanaan MBG setelah merealisasikan menu yang diduga tidak layak konsumsi.

Kondisi tersebut memicu penolakan dari wali murid, serta muncul keluhan gangguan kesehatan berupa diare yang dialami sejumlah siswa dan guru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan disampaikan langsung oleh wali murid dan pihak sekolah. Mereka menilai menu MBG yang disalurkan tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Bahkan, sebagian wali murid secara terbuka menolak menu MBG kering yang dianggap tidak layak dikonsumsi anak-anak.

Media ini telah mengonfirmasi langsung kepada Badri melalui pesan WhatsApp terkait keluhan tersebut. Namun, jawaban yang disampaikan dinilai tidak menyentuh substansi persoalan.

Baca Juga :  Wali Murid Tolak Massal MBG dari SPPG Pakamban Laok 2, Kepala RA HT: Kami Bukan Kelaparan, Ini Soal Gizi

Saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran dalam realisasi menu MBG serta dampak kesehatan yang dialami siswa dan guru, dia hanya memberikan jawaban singkat.

“Sudah dikonfirmasi ke PIC sekolah,” jawab Badri, Sabtu (31/1/2026).

Media ini kemudian menegaskan bahwa konfirmasi telah dilakukan berdasarkan keterangan kepala sekolah, guru, dan wali murid, serta kembali meminta tanggapan resmi terkait keluhan yang muncul.

“Sudah diselesaikan bersama sekolah mas terkait ompreng juga,” balasnya.

Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak diperkeruh.

“Tolong jangan memperkeruh suasana, hubungan saya dengan PIC sekolah itu baik-baik saja,” ucapnya.

Sikap tersebut justru memicu kekecewaan wali murid. Mereka menilai SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi tidak menunjukkan tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan, baik dari sisi kesehatan penerima manfaat maupun evaluasi mutu menu MBG yang disalurkan.

“Ini bukan soal hubungan baik dengan sekolah, tapi soal anak-anak yang sakit. MBG itu untuk kesehatan, bukan malah bikin diare,” ujar salah satu wali murid berinisial MF.

Wali murid juga menilai tidak adanya penjelasan terbuka dari pihak SPPG mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip keamanan pangan.

Baca Juga :  MBG Berakhir Dibuang, Wali Murid Nilai SPPG Saronggi Gagal

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait standar pengolahan makanan, mekanisme pengawasan, maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan pelaksanaan MBG di SPPG Pakamban Laok 2, serta membuka dugaan bahwa program nasional tersebut tidak dijalankan sesuai aturan teknis. (Che)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Haji 2026, Wabup Sumenep Ingatkan Jemaah Siapkan Fisik dan Mental Secara Optimal
Haul ke 48 KH Abdul Mannan, Spirit Pengabdian Hidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren
Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media
Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing
PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain
Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media
Ribuan Disabilitas di Madura Dibantu, BIP Foundation Hadirkan Harapan Baru
2 Tragedi Diduga Imbas BOSP, DPRD Sumenep Desak Disdik Evaluasi Total Mekanisme Pencairan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:40 WIB

Haul ke 48 KH Abdul Mannan, Spirit Pengabdian Hidupkan Tradisi Keilmuan Pesantren

Kamis, 30 April 2026 - 16:35 WIB

Momentum HAKIN 2026, KI Sumenep Siap Perkuat Peran Strategis Media

Kamis, 30 April 2026 - 09:38 WIB

Lewat JMS, Kejari Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Bahaya Hoaks hingga Doxxing

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Langkah Kejari, Penahanan Kades Pragaan Daya Jadi Peringatan bagi Desa Lain

Selasa, 28 April 2026 - 19:38 WIB

Kisruh Gadai Emas Rp200 Juta Lebih, BMT-UGT Nusantara Gayam Pilih Tak Respons Konfirmasi Media

Berita Terbaru