SUMENEP, Seputar Jatim – Tagline “Bismillah Melayani” yang kerap digaungkan dalam berbagai momentum pemerintahan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menjadi bahan perbincangan.
Pasalnya, persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah titik kota dinilai belum juga menemukan solusi konkret.
Sejumlah warga mengeluhkan genangan air yang kerap muncul saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Beberapa kawasan permukiman hingga ruas jalan protokol dilaporkan tergenang, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
“Setiap hujan deras, air pasti naik. Kami berharap ada langkah nyata, bukan sekadar slogan,” ujar salah satu warga saat melintas di jalan yang tergenang air, Selasa (3/3/2026).
Tagline “Bismillah Melayani” sebelumnya digaungkan sebagai semangat peningkatan pelayanan publik.
Namun, sebagian masyarakat menilai implementasinya belum sepenuhnya dirasakan, khususnya dalam penanganan infrastruktur drainase dan normalisasi saluran air.
Salah satu mahasiswa di Sumenep, Moh Afandi, menyebut persoalan banjir bukan semata-mata akibat curah hujan tinggi, melainkan juga berkaitan dengan tata kelola drainase, sedimentasi saluran, serta minimnya perawatan rutin.
Ia mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memprioritaskan pembenahan infrastruktur dasar.
Warga berharap tagline “Bismillah Melayani” tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









