‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HUJAN: Pengendara roda dua saat melewati jalan yang tergenang banjir di Bumi Sumeker Kolor Kota Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

HUJAN: Pengendara roda dua saat melewati jalan yang tergenang banjir di Bumi Sumeker Kolor Kota Sumenep (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Tagline “Bismillah Melayani” yang kerap digaungkan dalam berbagai momentum pemerintahan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini menjadi bahan perbincangan.

Pasalnya, persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah titik kota dinilai belum juga menemukan solusi konkret.

Sejumlah warga mengeluhkan genangan air yang kerap muncul saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Beberapa kawasan permukiman hingga ruas jalan protokol dilaporkan tergenang, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

“Setiap hujan deras, air pasti naik. Kami berharap ada langkah nyata, bukan sekadar slogan,” ujar salah satu warga saat melintas di jalan yang tergenang air, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Tagline “Bismillah Melayani” sebelumnya digaungkan sebagai semangat peningkatan pelayanan publik.

Namun, sebagian masyarakat menilai implementasinya belum sepenuhnya dirasakan, khususnya dalam penanganan infrastruktur drainase dan normalisasi saluran air.

Salah satu mahasiswa di Sumenep, Moh Afandi, menyebut persoalan banjir bukan semata-mata akibat curah hujan tinggi, melainkan juga berkaitan dengan tata kelola drainase, sedimentasi saluran, serta minimnya perawatan rutin.

Ia mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memprioritaskan pembenahan infrastruktur dasar.

Warga berharap tagline “Bismillah Melayani” tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG Terhenti Bukan Sekadar Evaluasi, SPPG Pakamban Laok 2 Akui Disuspend BGN
Ikon Kota Gelap Gulita, Lampu Tugu ‘Selamat Datang’ Sumenep Mati Total
Sumenep Berselawat 2026, Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Perkuat Spirit Pembangunan
SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Bagikan 500 Takjil untuk Warga Rutan Sumenep
Ulama dan Habaib Desak DPRD Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam di Sumenep 
Buka Puasa Bareng Media, Polres Sumenep Perkuat Sinergi dan Transparansi Informasi
Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilo di Pasar Anom, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi
Harga Ayam Potong Tembus Rp48 Ribu per Kilo di Bulan Ramadan, Pedagang Pasar Anom Sumenep Mengeluh Sepi Pembeli

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

‘Bismillah Melayani’ Dipertanyakan, Banjir Berulang di Sumenep Dinilai Minim Solusi

Senin, 2 Maret 2026 - 12:12 WIB

MBG Terhenti Bukan Sekadar Evaluasi, SPPG Pakamban Laok 2 Akui Disuspend BGN

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:20 WIB

Ikon Kota Gelap Gulita, Lampu Tugu ‘Selamat Datang’ Sumenep Mati Total

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:18 WIB

SMSI Sumenep dan Ar-Raudah Computer Bagikan 500 Takjil untuk Warga Rutan Sumenep

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:22 WIB

Ulama dan Habaib Desak DPRD Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam di Sumenep 

Berita Terbaru