Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATIK: Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Juluk II, Mahelli, saat memberikan klarifikasi terkait siswa yang  diduga keracunan MBG (Doc. Seputar Jatim)

BATIK: Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Juluk II, Mahelli, saat memberikan klarifikasi terkait siswa yang diduga keracunan MBG (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Juluk II, Mahelli, memberikan klarifikasi terkait dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa setelah mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Syita Ananta Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 11 April 2026 kemarin. Saat kejadian, Mahelli mengaku tidak berada di sekolah karena kepentingan keluarga.

“Pada hari itu saya tidak disekolah, namun berdasarkan laporan yang saya terima dari teman-teman guru bahwa ada beberapa menu MBG dalam kondisi berbau tidak sedap. Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian kami karena tidak sesuai dengan standar kelayakan konsumsi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga :  HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Ia menjelaskan, tidak semua siswa yang mengkonsumsi makanan tersebut mengalami gangguan pencernaan.

“Setelah mengkonsumsi menu MBG hari itu, beberapa siswa mulai mengeluhkan sakit perut,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan melakukan penanganan awal terhadap siswa yang terdampak.

“Setelah pihak sekolah melakukan penangan awal, maka siswa yang mengalami sakit perut kami antar kerumahnya” ungkapnya.

Setibanya di rumah, orang tua siswa langsung membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Setelah tiba dirumahnya, orang tua siswa langsung membawa anaknya ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Dan pihak sekolah melakukan pendampingan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kelembagaan,” tambahnya.

Mahelli menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh tenaga pendidik untuk lebih selektif dalam menerima dan mendistribusikan menu MBG.

“Saya menyampaikan kepada para guru, apabila menemukan menu MBG yang berbau, tidak segar, atau tidak layak konsumsi, maka harus langsung ditolak dan tidak diberikan kepada siswa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kelayakan makanan tidak hanya dilihat dari kondisi fisik, tetapi juga kandungan gizinya.

“Tidak hanya soal bau, tetapi juga apabila menu tersebut tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan siswa, maka itu juga akan kami tolak. Kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak adalah prioritas utama kami,” tandasnya.

Dalam pernyataannya, Mahelli menunjukkan sikap tegas terhadap penyedia makanan jika tidak ada perbaikan kualitas.

“Kami tidak main-main dalam persoalan ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan siswa. Jika pihak penyedia tidak melakukan evaluasi dan perbaikan secara serius, maka kami akan mempertimbangkan untuk berpindah ke penyedia lain,” pungkasnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, khususnya penyedia layanan MBG, agar lebih memperhatikan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Penyedia harus benar-benar memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa aman, layak, dan memenuhi standar gizi, sesuai dengan harapan Bpk Presiden kita Prabowo Subianto,” harapnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG
Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG
SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep
Kerap Bermasalah hingga Sajikan MBG Berulat, Guru Desak Satgas Ajukan Penutupan SPPG Pakamban Laok 2 ke BGN
Camat Saronggi Ungkap MBG Basi dari SPPG Talang, Kepala Sekolah SDN Juluk II Sulit Dikonfirmasi
Konferensi Pers Gagal, Kapolda Jatim Pulang Diam-Diam, Kapolres Sumenep Diduga ‘PHP’ Jurnalis
Dugem Bebas di Mr. Ball, Satpol PP Sumenep Dituding Jadi Pelindung di Balik Layar
Mr. Ball Tak Kunjung Ditutup Meski Langgar Aturan, Satpol PP Sumenep Dinilai Mandul

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:57 WIB

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Kepsek SDN Juluk II Siap Tolak MBG Tak Layak Konsumsi

Rabu, 15 April 2026 - 23:27 WIB

SPPG Talang Diduga Suap Jurnalis dengan ‘Uang Bensin’ Saat Usut Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 21:24 WIB

Kepsek SDN Juluk II Sulit Ditemui Media, Curiga Ada yang Ditutup-tutupi Soal Keracunan MBG

Rabu, 15 April 2026 - 19:13 WIB

SPPG Karangnangka Rubaru Raih Predikat Dapur Terbaik, Bukti Komitmen Jaga Kualitas MBG di Sumenep

Rabu, 15 April 2026 - 11:31 WIB

Kerap Bermasalah hingga Sajikan MBG Berulat, Guru Desak Satgas Ajukan Penutupan SPPG Pakamban Laok 2 ke BGN

Berita Terbaru

FOKUS: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kiri), bersama Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim (dua kiri), saat rapat koordinasi terkait HDDAP (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

HDDAP Jadi Motor Transformasi Pertanian Lahan Kering di Sumenep

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

BERDIRI: DPRD Sumenep saat membuka rapat paripurna membahas Raperda 2026 (Doc. Seputar Jatim)

Pemerintahan

DPRD Sumenep Bahas Tiga Raperda 2026 Lewat Pandangan Umum Fraksi

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:56 WIB