Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUDUK: Disdik Kabupaten Sumenep saat melaksanakan sosialisasi BOSP PAUD dan Kesetaraan (SandiGT - Seputar Jatim)

DUDUK: Disdik Kabupaten Sumenep saat melaksanakan sosialisasi BOSP PAUD dan Kesetaraan (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menegaskan komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pendidikan melalui sosialisasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) PAUD dan Kesetaraan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah kebijakan sekaligus memperkuat integritas dan akuntabilitas pengelolaan anggaran di tingkat satuan pendidikan.

Bertempat di Aula Al-Ikhlas Kantor Kemenag Sumenep, acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Lisa Bertha Soetedjo, serta melibatkan penilik, pengawas, dan berbagai organisasi mitra seperti K3TK, HIMPAUDI, IGTKI, hingga Forum PKBM. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memastikan implementasi BOSP berjalan tepat sasaran.

Mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, sosialisasi ini menekankan pengelolaan dana berbasis data dan kebutuhan riil satuan pendidikan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menggeser pola lama yang cenderung administratif menjadi lebih berorientasi pada dampak nyata terhadap mutu pembelajaran.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Lisa Bertha Soetedjo, dalam laporannya menegaskan bahwa BOSP harus menjadi instrumen strategis, bukan sekadar kewajiban administratif. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar utama dalam perencanaan anggaran.

Baca Juga :  Selain Batasi Penggunaan HP, Disdik Sumenep Imbau Sekolah Bebas dari Asap Rokok

“Setiap program yang dibiayai BOSP harus punya arah yang jelas dan terukur. Tidak boleh lagi sekadar menghabiskan anggaran tanpa melihat dampaknya terhadap kualitas pembelajaran,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir pengelola satuan pendidikan, terutama dalam hal kemandirian.

Menurutnya, kemampuan menyusun hingga melaporkan penggunaan anggaran harus menjadi kompetensi dasar bagi kepala satuan pendidikan dan timnya.

“Kemandirian ini penting agar pengelolaan tidak bergantung pada pihak luar. Kita ingin semua proses berjalan profesional, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain itu, transformasi pembelajaran PAUD turut menjadi perhatian. Lisa menilai pendekatan pembelajaran harus lebih adaptif dan tidak lagi terpaku pada metode calistung yang kaku.

“Fokus kita adalah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi anak. Literasi dan numerasi tetap penting, tetapi harus diberikan sesuai tahap perkembangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Moh. Iksan, mengingatkan bahwa keberhasilan program BOSP sangat bergantung pada kedisiplinan dalam menjalankan seluruh tahapan pengelolaan anggaran.

Baca Juga :  Sambut HGN 2023, MP3S Bersama Cabdin Gelar JJS

Lanjut ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap petunjuk teknis merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

“Jangan sampai ada penyimpangan. Semua harus sesuai juknis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu sebagai bagian dari profesionalitas. Menurutnya, keterlambatan dalam pengelolaan anggaran dapat berdampak langsung pada terhambatnya program pendidikan di lapangan.

“Kalau tidak tepat waktu, program bisa terganggu. Ini yang harus kita hindari bersama,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong satuan pendidikan untuk terus memperkuat kapasitas internal, khususnya dalam pengelolaan keuangan berbasis data sebagai langkah menuju tata kelola pendidikan yang modern dan berkelanjutan.

“Kita ingin satuan pendidikan benar-benar siap, mandiri, dan mampu mengelola anggaran dengan baik tanpa ketergantungan pada pihak eksternal,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Disdik Sumenep menegaskan bahwa pengelolaan BOSP 2026 tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di sektor PAUD dan pendidikan kesetaraan. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026
Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif
Achmad Fauzi Pantau TKA SMP 2026, Tekankan Kejujuran dan Kualitas Pendidikan di Sumenep
Dugaan Pungli dan Tebang Pilih Akademik di STIKES Husada Jombang Dikeluhkan Mahasiswa RPL S1 Kebidanan
41 Tahun UPI Sumenep, Dari Taneyan Lanjang Menuju Kampus Berdampak Global
Jalan Sehat Warnai Dies Natalis Ke 41, UPI Sumenep Dorong Kampus Lebih Inklusif
Uji Karakter hingga Etika, Seleksi Duta Kampus UNIBA Madura Masuki Fase Penentuan
SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Gandeng Lembaga Amerika, Siap Luncurkan Kelas Internasional 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:06 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengelolaan BOSP 2026, Dorong PAUD Lebih Akuntabel dan Berdampak

Sabtu, 18 April 2026 - 22:08 WIB

Siswa SMP Binar Sumenep Raih Juara I Coding Speed Challenge FOSFAT 2026

Rabu, 15 April 2026 - 10:59 WIB

Dispusip Sumenep Genjot Perpustakaan Ramah Anak, Sekolah Didorong Jadi Pusat Literasi Aktif

Senin, 6 April 2026 - 17:29 WIB

Achmad Fauzi Pantau TKA SMP 2026, Tekankan Kejujuran dan Kualitas Pendidikan di Sumenep

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:40 WIB

Dugaan Pungli dan Tebang Pilih Akademik di STIKES Husada Jombang Dikeluhkan Mahasiswa RPL S1 Kebidanan

Berita Terbaru