SUMENEP, Seputar Jatim – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Gedung Islamic Center Bindara Saod.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi, restrukturisasi kepengurusan, serta penguatan basis partai hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa seluruh kader harus menjaga semangat perjuangan partai yang berpihak kepada wong cilik.
“PDI Perjuangan lahir dari proses panjang perjuangan dan keberpihakan kepada wong cilik. Semangat itu tidak boleh pudar, justru harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menekankan, Musancab merupakan momentum strategis untuk memperkuat soliditas partai sekaligus melakukan evaluasi internal.
“Melalui Musancab ini, kita ingin memastikan struktur partai tetap kokoh, solid, dan hadir di tengah rakyat hingga tingkat paling bawah,” ujarnya.
Cak Fauzi sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa struktur partai saat ini telah terbentuk lengkap, mulai dari tingkat pusat hingga anak ranting.
“Alhamdulillah, struktur partai kita sudah lengkap dari DPP, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Ini menjadi kekuatan besar untuk bergerak lebih masif di masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan target politik ke depan. Selain mempertahankan 11 kursi di DPRD seperti hasil Pemilu sebelumnya, PDI Perjuangan Sumenep menargetkan peningkatan signifikan.
“Kita berkomitmen pada pemilu mendatang untuk berupaya maksimal meraih 15 kursi DPRD,” tegasnya.
Menurutnya, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif seluruh kader dan dukungan masyarakat.
“Target ini tidak bisa diraih sendiri. Butuh kerja sama semua kader dan simpatisan. Musancab ini menjadi langkah awal untuk menyatukan kekuatan tersebut,” imbuhnya.
Lanjut Cak Fauzi menambahkan, kegiatan Musancab diikuti sekitar 1.000 kader. Awalnya, acara direncanakan digelar di hotel, namun dipindahkan karena keterbatasan tempat.
“Peserta sangat banyak, sehingga lokasi dipindah ke Islamic Center agar lebih representatif,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menjadi awal konsolidasi menuju Pemilu 2029.
“Kami optimistis, dengan soliditas yang terbangun, PDI Perjuangan akan kembali meraih kemenangan dan semakin kuat ke depan,” bebernya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menyoroti pentingnya menjaga hubungan ideologis antara PDI Perjuangan dan Nahdlatul Ulama (NU).
Menurutnya, meskipun PDI Perjuangan bukan partai berbasis pesantren, namun memiliki tanggung jawab moral dalam mendukung ekosistem keagamaan.
“PDI Perjuangan mungkin tidak memiliki pesantren, tetapi punya kewajiban moral untuk ikut menghidupkan pesantren dan jam’iyah NU. Kita memiliki kesamaan nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan kader, khususnya anggota legislatif, untuk terus merawat dan memberdayakan organisasi keagamaan di tengah masyarakat.
“Rawat dan perkuat jam’iyah NU sebagai bagian dari kekuatan sosial yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Said menambahkan, kedekatan PDI Perjuangan dengan NU bukan semata hubungan politik, melainkan kesamaan nilai dan kultur yang telah terbangun lama, khususnya di Madura.
Selain itu, ia mengapresiasi konsistensi kader PDI Perjuangan dalam menjalankan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, seperti kegiatan bakti sosial dan distribusi hewan kurban. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









