SUMENEP, Seputar Jatim – Ketua DPD Jawa Timur PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga dan memperkuat ekosistem keagamaan, khususnya pesantren serta jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di Islamic Center Bindara Saod, Minggu (26/4/2026).
Menurut Said, kedekatan antara PDI Perjuangan dan NU tidak semata dilandasi kepentingan politik elektoral, melainkan bertumpu pada kesamaan nilai, kultur, serta tradisi sosial-keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.
“Relasi PDI Perjuangan dengan NU bukan hubungan sesaat atau pragmatis. Ini hubungan nilai dan kultur. Kita sama-sama berada dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan moderasi, gotong royong, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ujarnya.
Ia mengakui, secara struktural PDI Perjuangan bukan partai berbasis pesantren. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi tanggung jawab moral kader untuk hadir dan berkontribusi dalam penguatan lembaga keagamaan.
“Memang PDI Perjuangan tidak memiliki pesantren secara struktural. Tetapi kader tidak boleh abai. Justru harus ikut menghidupkan pesantren, mendukung kegiatan keagamaan, serta merawat jam’iyah NU sebagai kekuatan sosial masyarakat,” tegasnya.
Said juga mengingatkan para kader, khususnya yang duduk di lembaga legislatif, agar tidak menjauh dari basis sosial-keagamaan.
“Saya ingatkan kepada kader di DPRD, jangan hanya hadir saat momentum politik. Rawat jam’iyah NU, dampingi masyarakat, dan pastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti berbagai program sosial yang telah dijalankan kader PDI Perjuangan, mulai dari bakti sosial hingga distribusi hewan kurban.
“Kerja-kerja sosial tidak boleh berhenti. Partai harus hadir dalam situasi apa pun. Bukan hanya bicara politik, tetapi memastikan rakyat merasakan manfaat nyata,” katanya.
Ia mengungkapkan, pada momentum Iduladha tahun ini, PDI Perjuangan menyiapkan ratusan hewan kurban untuk masyarakat.
“Tahun ini kami menyiapkan sekitar 360 ekor sapi untuk Iduladha. Khusus Kabupaten Sumenep dialokasikan sekitar 157 ekor. Ini bagian dari komitmen untuk terus berbagi dan memperkuat solidaritas sosial,” jelasnya.
Menurut Said, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga nilai gotong royong yang telah menjadi karakter masyarakat, khususnya warga NU.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya soliditas internal partai sebagai fondasi utama dalam perjuangan politik.
“Saya ini bagian dari sistem partai. Apa yang saya capai bukan karena individu, melainkan karena partai yang membesarkan. Karena itu, kader harus menjaga loyalitas, konsistensi, dan istiqamah dalam perjuangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kader tidak terjebak pada personalisasi kekuasaan, melainkan tetap menempatkan partai sebagai pusat gerakan.
“Jangan dibalik. Bukan karena tokoh lalu partai menjadi besar, tetapi karena partai yang memberi kehormatan kepada kader. Ini prinsip yang harus dijaga,” tegasnya.
Terkait agenda Musancab, Said mendorong agar forum tersebut tidak sekadar bersifat administratif, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan.
“Musancab harus menjadi momentum konsolidasi yang sehat dan terbuka, sekaligus ruang regenerasi agar partai terus melahirkan kader-kader baru yang berkualitas,” tandasnya.
Di sisi lain, Said juga menyinggung komitmennya dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya terkait akses air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan.
“Setiap saya turun ke Madura, jika ada wilayah yang kesulitan air, saya upayakan pengeboran. Ini bukan janji, tetapi sudah dilakukan, termasuk di Kecamatan Manding,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kehadiran partai di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui solusi konkret, bukan sekadar retorika.
“Rakyat tidak butuh janji, tetapi butuh bukti. Maka kader harus hadir dengan kerja nyata,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://seputarjatim.com









