Kabur Usai Rudapaksa Cucu Saat Rumah Sepi, Kakek di Sumenep Ditangkap Polisi di Cirebon

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

ILUSTRASI: Kakek di Sumenep ditangkap polisi usai melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur (Doc. Seputar Jatim)

ILUSTRASI: Kakek di Sumenep ditangkap polisi usai melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil mengungkap kasus tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Dalam kasus tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial A (45), warga Desa Lenteng Timur. Ia diduga melakukan perbuatan bejat terhadap cucunya sendiri.

Kasus ini terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/545/XII/2025/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jatim tertanggal 25 Desember 2025. Laporan tersebut dibuat oleh ayah korban berinisial W (41), seorang wiraswasta asal Kecamatan Lenteng.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban adalah anak perempuan berinisial K (14), yang masih berstatus pelajar. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut terjadi pada November 2025 di rumah korban.

Saat itu, korban tinggal bersama saudara kandungnya, sementara kedua orang tuanya bekerja menjaga toko di Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka yang merupakan kakek korban diduga melakukan tindakan asusila secara paksa lebih dari satu kali dengan memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan tekanan psikis yang cukup berat.

Kasus ini terungkap setelah korban meminta orang tuanya pulang ke rumah karena merasa ketakutan. Setelah mendapat pengakuan dari korban, keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumenep.

Baca Juga :  Pansus DPRD Sumenep Fokus Raperda Aset, Dorong Pemanfaatan Lebih Maksimal

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Sumenep bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang sempat melarikan diri ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Berkat kerja keras tim Resmob, tersangka akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Weru.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sepotong baju daster warna hitam bermotif batik milik korban.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan terhadap anak serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual.

“Kasus ini menjadi perhatian serius kami. Tindak kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan berat yang tidak bisa ditoleransi. Kami pastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan tuntas demi keadilan korban,” tegasnya, Jumat (8/5/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar serta segera melaporkan jika mengetahui adanya dugaan kekerasan atau tindakan asusila.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, menyatakan bahwa tersangka kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Alhamdulillah, tersangka berhasil kami amankan di wilayah Cirebon,” tandasnya.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara. Tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Republik Indonesia terkait perlindungan anak.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (1), ayat (2) huruf b, ayat (9), Pasal 415 huruf b, dan Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1,” pungkasnya. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu
Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka
Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi
Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti
Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum
Diduga Cabuli Anak di Sekolah, Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean
Surat Pencabutan Laporan Pencurian Kayu di Nonggunong Jadi Polemik, Pelapor dan Polresta Sumenep Berseberangan
3 Tersangka Pencurian Kayu di Nonggunong Dipulangkan, Surat Pencabutan Diduga Dibubuhi Tanda Tangan Palsu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Perawat Puskesmas Dasuk Diamankan Bersama Rekannya, Polisi Temukan 3,50 Gram Sabu

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Diduga Hamili Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Ditetapkan sebagai Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Maya Puspitasari Diburu Polresta Sumenep, Masuk DPO Kasus Dugaan Korupsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Pencabutan Laporan Dipersoalkan, Pelapor Kasus Kayu Nonggunong Tantang Polresta Sumenep Buka CCTV dan Bukti

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Surat Pencabutan Laporan Dinilai Palsu, Pelapor Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

ILUSTRASI: H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma, keduanya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep (Foto Istimewa)

Opini Publik

Sumenep Butuh Sosok H. Hamid Ali Munir dan H. Herman Dali Kusuma

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:58 WIB