PAMEKASAN, Seputar Jatim – Professional Training Center (PTC) berkolaborasi dengan PT Jago Statistik Center (JSC) sukses menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, mulai 28 Oktober hingga 2 November 2026 tersebut diikuti 25 peserta, terdiri dari perawat dan mahasiswa keperawatan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan medis, sekaligus membekali calon perawat dengan keterampilan praktis sebelum terjun ke dunia kerja.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur sekaligus Penanggung Jawab PTC, Suhartono, mengatakan bahwa pelatihan BTCLS merupakan salah satu bekal penting bagi mahasiswa keperawatan maupun tenaga kesehatan yang ingin meningkatkan kompetensi profesional.
Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik. Keterampilan dalam menangani pasien pada situasi darurat juga menjadi aspek penting yang harus dikuasai.
“Dunia kerja biasanya tidak hanya mempertimbangkan ijazah dan keilmuan yang dimiliki calon tenaga kesehatan, tetapi juga keterampilan atau skill yang sudah dikuasai. Jika sudah dibekali kompetensi kegawatdaruratan melalui pelatihan BTCLS, hal itu bisa menjadi nilai tambah ketika mereka melamar pekerjaan,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Ia menilai, pelatihan kegawatdaruratan perlu menjadi perhatian institusi pendidikan kesehatan agar mahasiswa memiliki kesiapan lebih baik sebelum menyelesaikan pendidikan dan terjun langsung ke dunia pelayanan kesehatan.
Selain menyasar mahasiswa, pelatihan tersebut juga diperuntukkan bagi perawat yang telah bekerja di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan demikian, peserta dapat terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat medis.
Suhartono mengungkapkan, PTC telah menyelenggarakan pelatihan BTCLS lebih dari 15 kali sejak lembaga tersebut memperoleh akreditasi.
“Untuk pelatihan BTCLS, kami sudah menyelenggarakannya lebih dari 15 kali sejak terakreditasi. Kali ini ada 25 peserta, mulai dari mahasiswa keperawatan hingga perawat yang sudah bekerja di institusi pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jangkauan pelayanan PTC tidak terbatas di Kabupaten Pamekasan maupun Pulau Madura. Sebagai lembaga pelatihan yang melayani secara nasional, PTC membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan dari berbagai daerah untuk mengikuti program peningkatan kompetensi.
Dalam pelaksanaannya, PTC juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pelatihan kesehatan lainnya, termasuk untuk menyelenggarakan kegiatan di luar Jawa Timur.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pelatihan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.
“Harapan kami tidak muluk-muluk. Setidaknya kami bisa ikut berperan dalam pengembangan dunia kesehatan, terutama mempersiapkan calon tenaga kesehatan agar lebih profesional dan memiliki kompetensi kegawatdaruratan, P3K, serta keterampilan lainnya,” pungkasnya.
Ia menegaskan, PTC juga siap memfasilitasi tenaga kesehatan yang telah bekerja untuk terus mengembangkan keahlian dan meningkatkan kompetensinya sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.
Melalui kolaborasi tersebut, pelatihan BTCLS di Pamekasan diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan serta memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com










