Home / Tak Berkategori

Sumenep Kota Terbesar Sepeda Tua

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

(foto istimewa)

(foto istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Sepeda tua menjadi pilihan sebagian warga Sumenep untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Bukan tanpa alasan, sepeda tua menjadi andalan karena tergolong sepeda kuat.

“Beda dengan sepeda sekarang. Onthel tua itu dibuat dengan besi kokoh. Bayangkan saja, selama puluhan hingga ratusan tahun sepeda-sepeda ini masih stabil dan minim keropos,” terang Kholis, Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Sumenep.

Kabupaten Sumenep menurut pria asal Kolor ini juga menjadi gudang sepeda tua. Menetapnya Belanda di masa lampau membuat warisan sepeda tua yang ditinggalkan di Pulau Garam ikut melimpah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belanda itu disini (Madura) lama. Mereka juga memakai sepeda ini. Ragam merek. Jadi setelah kemerdekaan dan mereka pulang, sepeda-sepeda ini diambil dan dipakai oleh warga pribumi,” terangnya.

Baca Juga :  Giat Berlatih dan Minta Doa, Perssu Madura City Bakal Tanding di Babak 16 Besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim di Pasuruan

Saat ini kecintaan warga akan sepeda tua juga terus meningkat. Menurut Kholis, tak jarang warga luar Sumenep datang untuk berburu sepeda tua.

“Karena di Madura itu masih banyak. Sedangkan di Jawa misalnya, sepeda tua sudah jarang ditemui. Mereka penghobi sepeda tetap nekat membeli sepeda tua walau harganya selangit,” imbuhnya.

Kosti Sumenep akan menggelar upacara bendera HUT RI secara bersama-sama. (Kosti for seputarjatim.com)

Di pasaran, harga sepeda tua tidak memiliki patokan harga yang tetap.

“Mulai dari 2 juta rupiah, bahkan ada yang mencapai 50 juta rupiah harganya,” katanya.

Sementara itu Rahem, salah seorang pemilik sepeda tua mengaku bangga dengan Klangenan sepeda miliknya.

Baca Juga :  Perahu Berlindung Akibat Cuaca Buruk

“Gak semua orang punya mas. Onthel tua itu langka. Kalau sepeda baru banyak di toko. Coba cari onthel tua, paling ya ada satu dua,” katanya saat ditemui di kantornya.

Menurut Rahem, dia dan sesama penghobi onthel tua sengaja berburu sepeda legendaris ini untuk menghargai sejarah.

“Klasik ya. Unik. Kita belajar tentang bagaimana produsen sepeda di masa lalu itu membuat rangka besi yang dapat bertahan lama,” imbuhnya.

Di momen HUT RI tahun ini, Kosti Sumenep menurut Kholis juga akan menggelar perayaan hari kemerdekaan secara bersama-sama.

“Sudah diagendakan untuk menggelar pawai keliling kota. Kita juga akan menggelar upacara bendera bersama,” pungkasnya. (Mg2/red)

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium
Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati
Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting
Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar
Janji Penertiban THM Belum Terbukti, Lakpesdam dan LPBH NU Ultimatum Pemkab Sumenep
Silaturahmi ke SMSI, Kapolresta Sumenep Sebut Dukungan Media Jadi Penentu Keberhasilan Polri
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Ikuti Survei Akreditasi KARS, Targetkan Standar Pelayanan Kesehatan Nasional

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:35 WIB

DKPP Sumenep Kawal Ketat Pembibitan Prancak 95 demi Jaga Mutu Tembakau Premium

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:32 WIB

Ibnu Hajar Kunjungi Kapolresta Sumenep, Serahkan Buku Karya Bupati

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:29 WIB

Tinggalkan Coblos Manual, Pilkades Serentak 2027 di Sumenep Siap Beralih ke e-Voting

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Buruh Tembakau di Sumenep Terima BLT DBHCHT Rp2,34 Miliar

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As (Doc. Seputar Jatim)

Opini Publik

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 20:27 WIB