Gandeng Pengusaha, ESDA Sumenep Sosialisasi Aturan Tambang dan BBM Subsidi

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi dan Pembinaan Tata Kelola Pertambangan dan BBM Subsidi digelar di Kantor Kecamatan Lenteng, Selasa, 25/08/2020. (Didik/SJ Foto)

Sosialisasi dan Pembinaan Tata Kelola Pertambangan dan BBM Subsidi digelar di Kantor Kecamatan Lenteng, Selasa, 25/08/2020. (Didik/SJ Foto)

SUMENEP, seputarjatim.com- Sosialisasi dan pembinaan tata kelola pertambangan dan penggunaan BBM-LPG subsidi terus digencarkan kantor ESDA Pemkab Sumenep, Jawa Timur.

Seperti yang berlangsung di kantor Kecamatan Lenteng, Selasa, 25/08/2020.

“Karena semua ini masuk dalam kategori barang tertentu, jadi ada regulasi khusus. Ini yang penting kita sampaikan kepada bapak-bapak,” kata Muhammad Sahlan, Kepala Bagian ESDA Pemkab Sumenep.

ESDA Sumenep mengundang pengusaha tambang dan BBM Subsidi se Kecamatan Lenteng. (Didik/SJ Foto)

Selain dihadiri para pengusaha yang bergerak di bidang pertambangan dan jual beli BBM, acara ini juga dihadiri pejabat Muspika.

Aditya Anugraha, Kasubag Pertambangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup ESDA Sumenep menegaskan jika seluruh aktifitas tambang di Kecamatan Lenteng belum ada yang mengantongi ijin.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Museum Omah Munir adalah Museum HAM Pertama di Indonesia

“Ijin tambang itu bisa diajukan perseorangan, bisa BUMDES, atau koperasi. Mudah kok. Sekarang perihal ijin ini sudah dikembalikan ke pusat,” terang Adit.

Persyaratannya pun terbilang mudah. Diantaranya KTP, bukti kepemilikan tanah, penjelasan komoditas tambangnya, luas lahan, dan data koordinat wilayah.

“Ayo diurus, ini kita mudahkan dan ESDA Sumenep siap membantu,” imbuh Adit.

Biaya pengurusannya pun menurut Adit terbilang murah.

“Bisa dengan cara urunan seratus ribuan. Bapak Ibu tidak usah ngurus langsung ke Provinsi dan ke Jakarta. Biar kami yang ngurus,” ujar Adit.

Baca Juga :  Musrenbang Desa Jambu untuk RKP Desa tahun 2023, Ini Harapan Pemdes ke Depan

Sementara di bidang jual beli BBM, saat ini kuota premium di Kabupaten Sumenep sudah habis.

“Yang untuk bulan Oktober saja sudah habis di Bulan Juni. Jadi kemana ini? Makanya kita minta polisi menyelidiki. Kemana ini larinya BBM subsidi kita?” tanya Adit didepan peserta sosialisasi.

ESDA Sumenep menengarai habisnya kuota BBM ini karena ditimbun atau dibeli industri.

ESDA Sumenep berharap sosialisasi ini akan merangsang para pelaku usaha pertambangan dan BBM di Kecamatan Lenteng untuk dapat mengurus ijin. Dalam pelaksanaannya, acara sosialisasi ini tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19. (Mg2/red)

 

 

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung
Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim
UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi
ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H
Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya
Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Usai Disuspend, SPPG Pakamban Laok 2 Mendadak akan Distribusikan MBG Saat Sekolah Libur

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:09 WIB

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:23 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:42 WIB

UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:00 WIB

ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya

Berita Terbaru