Menerka Makna Batik yang 2 Kali Dipakai Jokowi di Acara PDIP

- Redaksi

Minggu, 23 April 2023 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Moment pertemuan Ganjar dan Joko widodo (ist)

Foto:Moment pertemuan Ganjar dan Joko widodo (ist)

JAKARTA, seputarjatim.com-Presiden Joko Widodo mengenakan Batik Tulis Canteng Koneng yang berasal dari Sumenep, Madura pada dua momen besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Yaitu pada saat deklarasi Ganjar Pranowo sebagai bakal capres 2024 dan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-50.
Lantas, apa makna di balik motif batik yang dikenakan Jokowi? Pakar batik asal Kendal, Shuniyya Ruhama Habiballah, menjelaskan motif batik Jokowi tersebut adalah jenis motif kontemporer.

“Kalau kita melihat motif secara sederhana, ini memiliki dua motif yang digabungkan menjadi satu, kemudian dibentuk menjadi motif baru,” kata Shuniyya kepada detikcom, Sabtu (22/4/2023).

Shuniyya menjelaskan motif pertama, diambil dari versi batik klasik motif debyah. Debyah merupakan bunga teratai yang sedang mekar.

Baca Juga :  Dinilai Berkinerja Baik di DPR RI, Achmad Baidowi Terima Penghargaan MKD Awards

Motif pertama, motif itu kalau pada versi klasiknya motif debyah namanya. Debyah itu bunga teratai yang sedang mekar,” ucap Shuniyya.

Ada pesan atau doa yang terkandung dalam motif tersebut. “Itu mengandung doa, harapan, semoga kiranya pemilik atau pemakainya senantiasa mendapatkan berkah, kebaikan, memiliki karier yang baik, memiliki kehidupan masa depan yang baik. Kalau itu sebuah doa, bisa untuk dirinya, atau untuk orang yang didoakan oleh pemiliknya dalam acara yang beliau hadiri tersebut,” papar Shuniyya.

Kemudian motif kedua adalah motif stilisasi burung phoenix. Burung phoenix, jelas Shuniyya, adalah burung abadi yang akan membakar diri hingga menjadi abu untuk mencapai bentuk yang lebih indah.

“Motif kedua, itu bisa dibaca sebagai stilisasi atau perusakan atau penyamaran motif untuk disembunyikan dari motif burung phoenix. Yaitu mengandung makna bangkit dari abu. Burung phoenix itu kan burung abadi, jadi kalau dia mau hidup menjadi yang baru, yang lebih indah, yang lebih bagus, dia harus mengorbankan dirinya dulu. Begitu dia mengorbankan diri, dia terbakar menjadi abu, kemudian dari dalam abu ini muncul burung phoenix baru yang lebih indah, yang lebih bagus lagi,” terang Shuniyya.

Baca Juga :  Berdayakan Ibu Rumah Tangga untuk Olah Produk UMKM, Kowarteg Indonesia Gelar Pelatihan Pembuatan Kue

Motif batik kontemporer yang dikenakan Jokowi, sambung Shuniyya, sangat kekinian. “Bisa jadi konsepnya seperti itu, tapi ini dimasukan ke wilayah kontemporer. Sehingga tidak kelihatan tua, tetapi kelihatan anak muda banget. Adapun batik itu polanya mengikuti pola pesisiran,” jelas Shuniyya. (Sumber detiknews)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah
IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:15 WIB

Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:06 WIB

IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55 WIB

GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Berita Terbaru