SUMENEP, Seputar Jatim – Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhir-akhir ini diselimuti awan gelap. Situasi kerap gaduh dan sarat persoalan.
Buktinya, pengakuan sepihak terkait bantuan handtraktor dari Ketua Kelompok Tani (Kapoktan) Surya Tani justru memicu emosi anggota kelompok.
Pasalnya, bantuan handtraktor yang benar-benar dirasakan manfaatnya hanya yang diterima pada tahun 2021 lalu.
Namun, menurut anggota Poktan Surya Tani, Aliwafa, pada tahun 2023 kelompoknya kembali menerima bantuan handtraktor yang kini diduga raib.
Sebab, para anggota kelompok tidak pernah merasakan manfaat dari keberadaan bantuan handtraktor tahun 2023 tersebut.
“Kalau handtraktor itu memang ada, di mana barangnya? Sebab anggota kelompok tidak tahu lagi setelah bantuan handtraktor itu datang. Selang beberapa hari kemudian sudah tidak ada lagi,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Lanjut ia menegaskan, bahwa kekecewaan anggota kelompok tani tak terelakkan. Keberadaan handtraktor sangat dibutuhkan masyarakat, terutama anggota kelompok.
“Kok masih ngaku ada? Dari awal anggota tidak pernah merasakan manfaat atas keberadaan handtraktor itu. Entah bentuknya pinjam atau sistem sewa,” jelasnya.
Dijelaskan pula, bantuan handtraktor yang benar-benar memberi manfaat adalah yang diterima pada 2021 lalu. Dari alat tersebut, hasil sewa dibagikan kepada anggota kelompok.
Namun yang memuakkan, ketika kembali mendapat bantuan handtraktor pada 2023, tak berselang lama barangnya justru lenyap.
Sementara itu, Ketua Poktan Surya Tani, Asmuni, mengaku bahwa satu unit bantuan handtraktor tersebut berada di rumahnya. Ia menilai manfaatnya sudah dirasakan oleh para anggota.
“Mohon maaf bapak, dugaan itu salah. Unit handtraktor itu ada di rumah bapak,” pungkasnya. (EM)
*
Penulis : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









