Home / Tak Berkategori

Bantuan Hibah Provinsi ke Ponpes dan Yayasan di Sumenep Diduga Jadi Bancakan Oknum, Kurniadi: Saatnya BPKP Lakukan Audit

- Redaksi

Sabtu, 17 Juli 2021 - 11:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Jurnalis Kami !
+ Traktir Kopi

Foto: Kurniadi, SH ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura)

Foto: Kurniadi, SH ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura)

Sumenep,Seputarjatim.com,-Dugaan korupsi bantuan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2020 yang di gelontorkan untuk yayasan dan pesantren di Kabupaten Sumenep, madura, Jawa timur menjadi bola panas.

Dana puluhan milyard tersebut diduga hanya menjadi bancakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga banyak dijumpai kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari dugaan pekerjaan yang tidak sesuai peruntukannya hingga dugaan adanya lembaga fiktif namun terdaftar di penerima bantuan tersebut.

Menanggapi polemik bantuan dana hibah Pemprov Jatim tersebut, Kurniadi, SH selaku ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura) angkat bicara, dirinya mengatakan lembaga yang fiktif tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bila ternyata memperoleh bantuan, itu berarti pemberi bantuan telah lalai menyelenggarakan fungsi verifikasi, karenanya telah timbul kerugian negara yang disebabkan oleh kelalaian pejabat tersebut, ” Jelasnya saat ditemui media ini. Sabtu (17-07-2021)

Baca Juga :  Dapur Mandiri Pesantren Jadi Titik Awal Program MBG di Sumenep

Lanjut Aktivis yang juga populer dengan julukan Raja Hantu ini meminta agar BPKP maupun BPK RI untuk segera turun ke lapangan dan mengaudit bantuan tersebut, sehingga akan memberi efek jera bagi oknum yang bermain-main dengan bantuan tersebut.

“Pada saatnya memang akan diklarifikasi oleh BPKP, akan tetapi bisa dimintakan khusus atas temuan ini, Artinya, sudah menjadi kewajiban BPKP maupun BPK RI untuk melakukan audit terhadap bantuan ini, “pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga PAUD Nurus Sabah, Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, diduga fiktif namun sekolah tersebut terdaftar mendapat bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) kurang lebih sebesar Rp. 200.000.000.

Baca Juga :  Ketua PN Sumenep Ikuti Pembinaan Pimpinan Pengadilan Tinggi Surabaya serta Sosialisasi KUHP Baru

Mas’udatun selaku ketua HIMPAUDI Kecamatan lenteng saat dikonfirmasi melalui sambungan celulernya mengatakan bahwa, untuk kecamatan lenteng tidak ada yang namanya PAUD Nurus Sabah.

“Apalagi di Desa Poreh tidak ada, untuk kecamatan Lenteng gak ada PAUD Nurus Sabah, ” Jelasnya singkat. Rabu (7-7-2021)

Hal senada juga dijelaskan oleh Fauzanit Tuliyah, Ketua IGRA Kecamatan Lenteng, dirinya mengatakan tidak begitu tahu lembaga PAUD Nurus Sabah yang berlokasi di Desa Poreh Tersebut.

“Mun PAUD Nurus Sabah tak taoh engkok (Kalau PAUD Nurus Sabah saya tidak tahu) ,Mun RA Nurus Sabah bede e Desa Daramista, (kalau RA Nurus Sabah ada tapi di Desa Daramista), “terang singkat. (Bambang)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Belum P21, Tiga Tersangka Masih dalam Penahanan Polresta Sumenep
Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor
Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan
Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya
Bupati Sumenep Siapkan 30 Hektare untuk Pengembangan KEK Tembakau Madura
Angka Kemiskinan Turun, Bappeda Sumenep Dorong Penguatan Ekonomi hingga Tingkat Desa
Kena Tipu Saat Kirim Barang, Ketum IWO Desak Pertanggungjawaban PT Indah Logistik
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:28 WIB

Kasus Pencurian Kayu di Nonggunong Belum P21, Tiga Tersangka Masih dalam Penahanan Polresta Sumenep

Minggu, 20 September 2026 - 12:44 WIB

Dugaan Investasi MBG di Madura Tembus Rp7 Miliar, Istri Anggota DPR RI Jadi Terlapor

Sabtu, 19 September 2026 - 09:40 WIB

Produk UMKM Sumenep Dibawa KEI ke Yogyakarta, Buka Peluang Pasar Baru

Jumat, 18 September 2026 - 17:43 WIB

Wabup Sumenep Lantik Pejabat Baru, Amanah Jabatan Harus Dibuktikan Lewat Pelayanan

Kamis, 17 September 2026 - 21:29 WIB

Sumenep dan Blitar Resmi Perkuat Kemitraan, Program Konkret Jadi Target Berikutnya

Berita Terbaru