Budayawan Sumenep: Tradisi ‘Nyekar’ Jumat Terakhir Jadi Warisan Budaya yang Tetap Lestari hingga Saat Ini

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIBAWA: Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, terlihat gagah saat memakai batik hari jadi Sumenep ke 756 (SandiGT - Seputar Jatim)

WIBAWA: Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, terlihat gagah saat memakai batik hari jadi Sumenep ke 756 (SandiGT - Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Ziarah Kubur atau ‘Nyekar’ menjadi tradisi bagi masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadhan pada ‘Rebbu Pongkasan’ atau Hari Rabu bisa juga Jum’at terakhir.

Nyekar sudah menjadi budaya dan tradisi yang mengakar di masyarakat, yang di dalamnya terdapat kegiatan tabur bunga dan bersih-bersih kuburan,” ucap Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, Jum’at (28/2/2025).

Menurutnya, Nyekar menjadi sebuah kewajiban masyarakat saat ini. Selain, ada keyakinan spiritual ketika Ramadhan atau menurut sebagian orang ‘ahli kubur libur dari siksaan’ juga sebagai bentuk penghargaan kepada leluhur yang telah mendahului.

Baca Juga :  Jelang Bulan Ramadhan 2025, Harga Cabai di Pasar Anom Sumenep Naik

“Nilai bersih-bersih kuburan juga erat kaitannya dengan tradisi masyarakat yang mengunjungi pemakaman setelah puncak lebaran Idul Fitri usai solat dengan berdoa bersama dan menaburkan bunga,” jelasnya.

Nyekar ini menjadi budaya di masyarakat artinga tidak hanya menjadi bentuk ritual kebudayaan tetapi di dalamnya juga mengandung unsur spritualitas, sebagai penghargaan kepada mereka yang telah mendahului kita,” tegasnya.

Selain tradisi Nyekar pada Rabu atau Jum’at terakhir jelang Ramadhan, pihaknya menyampaikan, biasanya juga dilakukan kumpul keluarga untuk berdoa bersama bagi keselamatan dan leluhur yang telah meninggal.

“Tradisi Nyekar ini baik dan akan terus dilestarikan, maka kita harus bisa menjadikan kebiasaan ini sebagai budaya yang baik untuk diturunkan kepada generasi mendatang.” pungkasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik
Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep
Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata
Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja
Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025
Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep
Festival Musik Tong-Tong Masuk KEN 2025, Disbudporapar Sumenep Siap Tampilkan Budaya Sumenep Tingkat Nasional
38 Grup Meriahkan Festival Musik Tong Tong se-Madura 2025

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:47 WIB

Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:00 WIB

Puluhan Pasang Sapi Kerap Meriahkan HUT Perdana DRT di Lapangan Giling Sumenep

Rabu, 19 November 2025 - 14:25 WIB

Festival Kucing Busok Raas 2025: Ajang Konservasi Ras Langka yang Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 23:53 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-756, 1000 Penari Topeng Meriahkan Puncak Prosesi Arya Wiraraja

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Disbudporapar Sumenep Perjuangkan 5 Warisan Budaya Lokar Agar Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2025

Berita Terbaru

ILUSTRASI : Kepala SPPG Saronggi memilih bungkam saat ada MBG  yang bau (Doc. Seputar Jatim)

Peristiwa

MBG Tak Aman, Siswa Terancam, Kepala SPPG Saronggi Bungkam

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:20 WIB