Cemara Udang, Geliat Ekonomi Warga Pesisir

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2020 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantai Lombang, wajah khas pesisir utara Sumenep yang dipenuhi pohon cemara udang. (foto: istimewa)

Pantai Lombang, wajah khas pesisir utara Sumenep yang dipenuhi pohon cemara udang. (foto: istimewa)

SUMENEP, seputarjatim.com- Bisnis cemara udang telah dilakoni warga pesisir Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, sejak puluhan tahun lalu. Pohon berdaun khas ini tak hanya dijual dan dikirim ke wilayah Jawa Timur.

Seiring berkembangnya waktu, cemara udang mulai dilirik para penghobi tanaman hias di Jakarta dan Bali. Makin luasnya pasar cemara udang, membuat warga khususnya mereka yang melalukan budidaya kian bersemangat.

Bonsai cemara udang kreasi warga. (foto: istimewa)

“Disini kita memang punya potensi lokal cemara udang. Beda dengan wilayah lainnya. Inilah yang kami manfaatkan dari segi ekonomi,” ungkap Zainal Arifin, warga Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Rabu, 18/03/2020.

Baca Juga :  Irwan DA2 Bakal Menggoyang Wisata Boekit Tawap, Berikut Hari Dan Jamnya

Terus menjual cemara udang, tidak lantas membuat warga menebang pohon sembarangan. Ada aturan khusus yang harus ditaati warga bersama.

“Seperti untuk pohon cemara berusia tua, tidak boleh sembarang ditebang. Kecuali dicangkok atau diambil sebagian ranting atau dahannya,” imbuh Zainal.

Mengenai kawasan tebang juga diberlakukan aturan bersama. “Tidak boleh menebang cemara yang tumbuh di wilayah pesisir pantai,” tegasnya.

Baca Juga :  Khofifah Gagas Wisata Penangkaran Cenderawasih dan Kakatua di Jatim

Imran, warga lain memaparkan, di Kecamatan Batang-Batang juga memiliki julukan lain sebagai desa wisata cemara udang.

“Seperti di akses masuk Pantai Lombang, warga dapat berkeliling untuk sekedar melihat bonsai cemara udang kreasi penduduk setempat. Syukur-syukur bisa sambil beli satu atau dua pohon,” katanya.

Sementara itu, upaya melestarikan cemara udang juga gencar dilakukan pemerintah Kabupaten Sumenep. Selain memasang papan larang menebang cemara sembarangan, juga dilakukan pengawasan langsung oleh petugas jaga Pantai Lombang. (mg3/red)

 

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 
Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep
Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025
Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara
Disbudporapar Sumenep Tergetkan 800 Kunjungan Wisatawan pada Liburan Idul Fitri 2025
Disbudporapar Sumenep Terus Kembangkan Pariwisata Demi Tingkatkan PAD 2025
4 Wisata Pantai di Sumenep Dapat Bantuan Motor ATV, Disbudporapar Larang Pengelola Minta Tarif Tambahan kepada Pengunjung

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Kamis, 18 September 2025 - 11:42 WIB

Disbudporapar Sumenep Minta Pemdes Segera Bentuk Pokdarwis Pantai Galung 

Kamis, 18 September 2025 - 11:12 WIB

Dibangun dari Teknologi Ramah Lingkungan, Pantai Galung Jadi Destinasi Wisata Baru di Sumenep

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:24 WIB

Disbudporapar Sumenep Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2025

Jumat, 16 Mei 2025 - 20:52 WIB

Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Berita Terbaru