Di Tengah Arus Digital, Budayawan Sumenep Sebut Buku Tetap Primadona Ilmu Pengetahuan

- Redaksi

Sabtu, 17 Mei 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMBACA: Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, saat berada di antara tumpukan buku di perpustakaan pribadinya di rumahnya (Doc. Seputar Jatim)

MEMBACA: Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, saat berada di antara tumpukan buku di perpustakaan pribadinya di rumahnya (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Momentum peringatan Hari Buku Nasional pada 17 Mei 2025, Budayawan Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya mencintai buku di tengah gempuran arus informasi digital yang semakin deras.

“Momentum Hari Buku Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa buku adalah jendela dunia,” ujar Budaya Sumenep, Ibnu Hajar. Sabtu (17/5/2025).

Ia menekankan, bahwa meskipun teknologi berkembang pesat dengan kehadiran media sosial, platform digital, dan e-book, peran buku fisik tetap tak tergantikan.

Menurutnya, buku bukan sekadar media informasi, tetapi juga ruang diskusi dan kontemplasi. Di dalam buku, bisa berdialog dengan pemikiran para penulis, itu sangat luar biasa dalam menambah wawasan.

Baca Juga :  Demi Jaga Estetika, DLH Sumenep Bakal Percantik Taman Tajamara

Ibnu, sapaan akrabnya menyayangkan, jika masyarakat mulai menjauh dari buku hanya karena alasan kepraktisan. Kalau tidak dengan serius mencintai buku, bisa muncul rasa capek, bahkan malas membaca. Ini berbahaya karena akan menjauhkan dari sumber pengetahuan itu sendiri.

“Fenomena saat ini, di mana membaca buku dianggap ribet dibandingkan membaca dari ponsel. Namun, kenikmatan intuitif dan pengalaman mendalam saat membaca buku tidak bisa digantikan oleh layar digital,” jelasnya.

Lanjut ia menegaskan, pentingnya membaca dengan nilai spiritual. Buku adalah simbol intelektualitas. Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah adalah ‘Iqra’ bacalah. Itu menandakan bahwa membaca, termasuk membaca buku, adalah perintahnya.

“Dalam konteks generasi muda saat ini, terutama generasi Z, bagaimana untuk tidak abai terhadap buku meskipun hidup dalam dunia yang serba digital,” tegasnya.

Ia berharap, perpustakaan terus dikembangkan, bahkan menyarankan agar buku selalu dibawa, baik di ruang kerja maupun saat bepergian.

“Buku adalah pintu masuk untuk memahami, mengerti, dan menguasai dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut pria berkacamata itu menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya minat baca masyarakat.

“Sekarang ini orang lebih suka membaca status media sosial daripada membaca buku. Padahal membaca bukan sekadar melihat huruf, tapi memahami isi teks secara utuh,” pungkasnya.(Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi
Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan
Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum
Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral
Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah
IWO Sumenep Serukan Persatuan di Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi
GPPS Semprot APBD Sumenep, Anggaran Sarung Dinilai Abaikan Kebutuhan Rakyat
Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:30 WIB

Video Asusila 4 Menit 27 Detik Viral, Pelajar SMP di Pamekasan Diamankan Polisi

Rabu, 8 April 2026 - 16:20 WIB

Dikejar Permintaan Pasar, PR Makayasa Siapkan Pabrik Baru dan Rekrut Ribuan Karyawan

Selasa, 7 April 2026 - 01:18 WIB

Diduga Jadi Sarang Miras, Mr. Ball di Sumenep Tetap Buka Seolah Kebal Hukum

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:53 WIB

Aksi Pemilik SPPG di Pamekasan Joget Sambil Hamburkan Uang di Konser Valen Viral

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:15 WIB

Viral! Pantai Slopeng Diprotes Wisatawan, Tiket Mahal Hanya Disuguhi Sampah

Berita Terbaru