Diawasi Ketat, Dinas PUTR Sumenep Pastikan Program Bangkit Desa Sesuai Aturan

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAH: Bidang Jasa Kontruksi Dinas PUTR saat melakukan monev terhadap pelaksanaan program Bangkit Desa Bangun Kualitas Infrastruktur di Desa (SandiGT - Seputar Jatim) 

CERAH: Bidang Jasa Kontruksi Dinas PUTR saat melakukan monev terhadap pelaksanaan program Bangkit Desa Bangun Kualitas Infrastruktur di Desa (SandiGT - Seputar Jatim) 

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Bangkit Desa (Bangun Kualitas Infrastruktur di Desa).

Dengnelalui Dinas PUTR bersama Inspektorat Kabupaten Sumenep, kegiatan pembinaan, monitoring, dan evaluasi (monev) dilakukan secara berkala untuk memastikan pembangunan di tingkat desa berjalan sesuai aturan dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

Kabid Jasa Kontruksi PUTR Sumenep, Imam Yudikarna menyampaikan, bahwa program yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini menjadi salah satu strategi Pemkab Sumenep dalam meningkatkan pemerataan pembangunan, terutama di desa-desa wilayah daratan dan kepulauan.

Karena itu, lanjut dia, setiap tahapan mulai dari pengajuan proposal awal, pelaksanaan fisik, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) diawasi ketat agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan (Juknis) yang berlaku.

Baca Juga :  Sains Hanya Jadi Teori di Papan Tulis, Puluhan SMP di Sumenep Tak Punya Laboratorium

“Kegiatan monev ini bukan sekadar memeriksa, tapi juga membina. Kami ingin memastikan desa tidak hanya membangun, tapi membangun dengan benar, transparan, dan sesuai kualitas yang diharapkan,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pekerjaan infrastruktur seperti jalan desa, drainase, jembatan kecil, hingga fasilitas air bersih.

Lanjut ia menegaskan, mereka memeriksa kesesuaian volume pekerjaan dengan perencanaan, kualitas material yang digunakan, serta kelengkapan administrasi proyek.

Menurutnya, selain pengawasan teknis, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan dan pendampingan kepada perangkat desa.

Tujuannya, agar aparatur desa mampu menyusun dokumen administrasi dan laporan keuangan secara tepat serta memahami prinsip-prinsip pengelolaan konstruksi yang baik.

“Pendampingan ini penting supaya desa tidak salah langkah. Kami ingin proses pembangunan dan pertanggungjawaban keuangannya sesuai aturan, sehingga tidak ada temuan di kemudian hari,” tegasnya.

Lamjut ia menambahkan, hasil awal monev menunjukkan adanya peningkatan positif di sejumlah desa. Beberapa proyek infrastruktur kini dinilai lebih rapi dan kuat dibanding tahun sebelumnya.

“Bahkan, sejumlah desa di wilayah kepulauan mulai menerapkan sistem pengawasan internal sederhana agar pekerjaan tetap sesuai target meski jarak pengawasan dari tim kabupaten cukup jauh,” tambahnya.

“BKK Desa harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kami ingin setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah benar-benar kembali dalam bentuk manfaat untuk warga,” bebernya.

Baca Juga :  Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong 2025 di Sumenep

Melalui sinergi antara Dinas PUTR dan Inspektorat, ia berharap program Bangkit Desa dapat melahirkan pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya guna bagi ekonomi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Sumenep tahun 2025–2029, yakni memperkuat infrastruktur desa sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah, baik daratan maupun kepulauan.

“Kalau infrastruktur di desa baik, otomatis pergerakan ekonomi juga meningkat. Akses masyarakat ke pasar, sekolah, dan layanan publik akan lebih mudah. Itulah esensi dari Bangkit Desa, membangkitkan potensi desa dari pondasi yang kokoh,” tandasnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
Dugaan Korupsi BUMDes, Kades Meddelan Pilih Tutup Mulut dan Blokir WhatsApp Wartawan
Tumpahan CPO Cemari Laut Gili Iyang Sumenep, Minyak Tongkang Capai Bibir Pantai

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Senin, 26 Januari 2026 - 09:43 WIB

Desa Meddelan Diguncang Dugaan Korupsi hingga Proyek Siluman, Tokoh Pemuda Ancam Audiensi Camat Lenteng

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:22 WIB

Proyek Jalan Gelap di Desa Meddelan, Camat Lenteng Pilih Diam

Berita Terbaru