Diduga Jadi Tempat Maksiat, Aktivis Sumenep Minta Pemerintah Tutup dan Cabut Izin Mr Ball and Lounge

- Redaksi

Jumat, 29 November 2024 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESTA: Suasana Hiburan Malam di Mr Ball and Lounge Sumenep

PESTA: Suasana Hiburan Malam di Mr Ball and Lounge Sumenep

SUMENEP, Seputar Jatim – Aktivis Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta pemerintah setempat agara segera menutup atau mencabut izin Mr Ball and Lounge yang diduga jadi tempat maksiat.

Aktivis Sumenep, Miftahul Arifin mengatakan, bahwa Sumenep sebagai kabupaten yang dikenal dengan moralitas masyarakatnya yang tinggi, maka sangatlah tidak elok, jika kemudian ada kafe atau resto apapun itu yang melancarkan proses jual beli miras hingga hiburan malam.

“Dalam hal ini, Mr Ball bahkan dengan kabar yang beredar bukan hanya menyediakan miras, tapi juga wanita penghibur malam ini sangat berdampak besar dalam pengrusakan moralitas anak muda,” ujarnya. Jumat(29/11/2024).

Baca Juga :  Viral! 2 Orang Lansia di Sumenep, Asyik Bongkar Jalan Paving Diduga Beda Pilihan Antara FINAL dan FAHAM

Maka dengan ini, lanjut dia, pihak yang berwenang utamanya Satpol PP yang bertanggung jawab dalam penegakan Perda, harus sigap dan tegas dalam mengatasi hal tersebut.

“Lebih utamanya, kami tegaskan kembali kepada Bupati Sumenep yang saat ini kembali terpilih sebagai bupati Sumenep, untuk segera menutup, menyegel bahkan mencabut perizinan kafe Mr Ball and Lounge,” bebernya.

Lanjut ia menegaskan, dalam perda kabupaten Sumenep, Mr Ball sangat melanggar pasal 23 huruf A dan D peraturan Daerah Sumenep nomor 3 Tahun 2022, tentang ketertiban umum.

“Yang hal itu menegaskan untuk melakukan penyitaan dan pemusnahan bagi warung atau toko yang menyediakan untuk dipakai minum minuman dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kemudian ditegaskan kembali dalam huruf D. bahwa mencabut izin bagi warung atau toko yang diketahui melakukan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf A,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa dalam peraturan tersebut sudah jelas dan menjadi dasar kuat sehingga meminta kepada pihak yang berwajib untuk mencabut izin dan menutup Kafe tersebut.

“Jika tidak ada tindakan tegas dalam penegakan peraturan tersebut, maka bolehlah kami berperaduga bahwa pihak yang berwajib yang kami maksud juga menjadi backing Kafe Mr. Ball,” tutupnya. (Sand/EM)

*

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum
Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan
Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung
Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat
Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan
BGN Suspend 17 SPPG di Jatim, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Ikut Terseret
Terseret Isu BSPS dan Proyek Lama, Kadis Kominfo Sumenep Didesak Buka Suara
BAP Korupsi BSPS 2024 Diduga Seret Nama Kadis Kominfo Sumenep, Alur Rekom Pencairan Diusut

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:25 WIB

Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Akun TikTok Juan Kurniawan Bakal Diproses Hukum

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:28 WIB

Aksi Segel Kantor Berakhir, Pegadaian Pamekasan Siap Kembalikan Hak 47 Korban Lewat Mediasi Pengadilan

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:43 WIB

Dari Kursi Terdakwa ke Kursi Pejabat, Putusan Kasasi MA Kasus Indra Wahyudi Masih Menggantung

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:57 WIB

Diduga Langgar Juknis MBG, Live TikTok SPPG Lebeng Timur Mendadak Dijeda Usai Disoal Susu Coklat

Senin, 2 Maret 2026 - 14:24 WIB

Polemik E-Katalog Memanas, IWO Sumenep Nilai Kebijakan Terlalu Dipaksakan

Berita Terbaru