Diduga Sajikan Makanan Tak Layak, Dapur MBG Dasuk Laok Diprotes Wali Murid

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKANAN: Menu MBG yang disajikan dapur Dasuk Laok diprotes wali murid (SC WhatsApp)

MAKANAN: Menu MBG yang disajikan dapur Dasuk Laok diprotes wali murid (SC WhatsApp)

SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Yayasan Nurul Islam Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, kini menjadi sorotan keras setelah sejumlah siswa dan orang tua mengeluhkan buruknya kualitas makanan yang dibagikan dalam beberapa hari terakhir.

Menu MBG yang seharusnya memenuhi standar gizi justru dinilai tidak layak konsumsi. Makanan terlihat seadanya, tidak menarik, dan dianggap tidak memenuhi standar kualitas yang selama ini diklaim pemerintah.

Kondisi ini membuat publik mempertanyakan keseriusan dapur MBG dalam menjalankan program prioritas nasional tersebut.

Keluhan bermula dari hidangan harian yang disebut semakin tidak jelas komposisinya. Makanan yang dibagikan kepada siswa bahkan disamakan dengan nasi bungkus murah, yang banyak beredar di pasaran.

Baca Juga :  Pasien Meninggal Dunia, Puskesmas Bluto Diduga Lambat Beri Rujukan, Keluarga Tuntut Kapus Mundur

Padahal, dapur MBG diwajibkan dikelola oleh tenaga profesional seperti chef, ahli gizi, dan food handler bersertifikat, namun realitasnya dianggap jauh dari harapan.

Masalah kian mencuat ketika buah-buahan yang dibagikan berada dalam kondisi tidak layak konsumsi. Pada hari sebelumnya, banyak siswa menerima pisang mentah. Di hari lain, semangka yang dibagikan tampak pucat dan tidak segar, sementara jeruk dinilai masih belum siap makan.

“Seharusnya dapur MBG itu kreatif dan memperhatikan standar gizi. Tapi kalau menu dan buah yang dibagikan seperti ini, apa gunanya tenaga profesional yang katanya bersertifikat?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Senin (1/12/2025).

Program MBG merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menekan angka stunting dan meningkatkan gizi pelajar.

Namun temuan di lapangan, khususnya di dapur MBG Yayasan Nurul Islam Dasuk Laok, justru menunjukkan indikasi pelanggaran standar mutu yang seharusnya menjadi acuan utama.

“Buah itu dari dulu sering kurang layak. Kemarin pisangnya mentah, tadi semangka cuma seiris dan warnanya pucat. Ini jelas sudah melanggar standar sertifikasi,” keluhnya.

Sorotan publik semakin tajam setelah muncul pertanyaan mengenai kelengkapan enam sertifikat wajib yang harus dimiliki dapur penyedia MBG.

Hingga kini, belum ada kejelasan apakah dapur MBG di bawah yayasan tersebut telah memenuhi seluruh sertifikat atau justru masih dalam proses pemenuhan.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pemotongan Dana PKH di Sumenep, Pendamping Perbolehkan KPM Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu, salah satu guru yang enggan disebutkan namanya menegaskan, bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan.

Selain berpotensi menurunkan minat makan siswa, kualitas hidangan yang buruk dapat membahayakan kesehatan anak serta menyalahi tujuan utama program nasional ini.

“Masyarakat mendesak dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG Yayasan Nurul Islam Dasuk Laok, termasuk kelayakan peralatan, prosedur kebersihan, sumber bahan pangan, hingga transparansi penggunaan anggaran,” pungkasnya.

Jika tidak ada langkah tegas dan perbaikan segera, program yang seharusnya menjadi kebanggaan nasional ini dikhawatirkan hanya menjadi formalitas belaka bahkan rawan dimanfaatkan sebagai ladang keuntungan oleh pihak-pihak tertentu. (EM)

*

Penulis : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG
MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor
Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap
Achmad Fauzi Wongsojudo Lantik Lima Komisioner KI Sumenep Periode 2025–2029
MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap
SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi
Cuci Tangan di Tengah Polemik SPPG Rubaru, Pernyataan Anggota DPRD Sumenep Dinilai Lepas Tanggung Jawab
Menu Berjamur, Jawaban Kabur: Kepala SPPG Jambu Dinilai Gagal Jelaskan Standar Keamanan Pangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:27 WIB

Di Balik Pencitraan SPPG Rubaru, Anak Sekolah Diduga Dijadikan Uji Coba MBG

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:12 WIB

MBG dari SPPG Pakamban Laok 2 Picu Diare Siswa, Wali Murid Takut Melapor

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

Klarifikasi Kepala SPPG Jambu Berbelit, Sertifikat Wajib MBG Terbukti Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:13 WIB

MBG Ditemukan Asal-asalan, SPPG Legung Barat Akui Enam Sertifikat Wajib Belum Lengkap

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:05 WIB

SPPG Saronggi Klaim Sesuai SOP, Fakta Lapangan Justru MBG Tak Layak Dikonsumsi

Berita Terbaru