Disinyalir Ilegal, Aktivitas Tambang Fosfat Berlangsung Di Desa Ellak Daya

- Redaksi

Rabu, 26 Oktober 2022 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket:Tambang fosfat yang berlokasi di desa Ellak daya, lenteng

Ket:Tambang fosfat yang berlokasi di desa Ellak daya, lenteng

SUMENEP, seputarjatim.com–Meskipun mendapat penolakan dari berbagai elemen terkait aktivitas tambang fosfat, namun tambang yang disinyalir ilegal ini terus saja marak dilaksanakan di Kabupaten Sumenep.

Salah satunya yakni, tambang fosfat yang berlokasi di Desa Ellak Saya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura.

Pantauan media dilokasi tambang, tampak beberapa pekerja sibuk mengisi ratusan karung yang berisi fosfat yang siap diangkut oleh pekerja menggunakan truck.

Seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya mengakui bahwa yang dirinya tambang itu merupakan fosfat, namun dirinya enggan memberikan info detail terkait tambang tersebut dengan alasan hanya pekerja.

Baca Juga :  Bupati Resmi Serahkan Aset Tanah Seluas 101.727 M² untuk Bangun Pangkalan TNI AL Madura di Sumenep

“Iya fosfat, saya tidak tahu apa pak, saya hanya pekerja,” Ucapnya singkat. Rabu (26-10-2022).

Sementara itu, salah satu warga lenteng berinisial BS menyebutkan bahwa, tambang fosfat ini akan memiliki dampak kerusakan lingkungan dan ancaman disharmonisasi sosial masyarakat.

Untuk itu Pihaknya berharap, Pemerintahan Desa (Pemdes) juga ikut memperjuangkan kepentingan rakyat, dan ikut melestarikan lingkungan Kecamatan lenteng secara khusus dan lingkungan Kabupaten Sumenep secara umum.

“Prinsip tambang bukan mitos tapi sudah nyata, karena tambang fosfat tersebut merusak lingkungan, bahkan selalu menjadikan ketidaknyamanan untuk lahirnya sebuah konflik,” Terangnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Khairuddin, dikonfirmasi terkait aktivitas penambangan mengaku tidak ada pemberitahuan ke desanya.

Baca Juga :  Vidionya Mengandung Provokasi, PMII Sumenep Kutuk Pernyataan Camat Batang-Batang

“Tidak ada pemberitahuan,” akunya.

Kades Khairuddin menyebut aktivitas yang didapatkan berdasarkan peta lokasi tertera di Dusun Bukakak, Desa Ellak Daya, menyebut bukan terletak di desanya melainkan masuk Desa Daramista.

“Setelah saya cari informasi kepada masyarakat, aktivitas penambangan itu bukan di Dusun Bukakak, Desa Ellak Daya, tapi sudah masuk Desa Daramista,” sebutnya.

Sampai berita ini tayang kembali, seputarjatim.com bersama tim akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak berwenang lainnya. (Bam)

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu PR di APHT Guluk-Guluk Belum Kantongi Izin Cukai, Operasional Kawasan Industri Belum Optimal
Limbah MBG Disorot, DLH Sumenep Turun Tangan, 13 SPPG Siap-Siap Ditutup!
Agus, Inung, atau Rahman: Siapa yang akan Jadi Tangan Kanan Bupati Sumenep?
Program MBG Tercoreng, Dinkes P2KB Sumenep Diminta Tegas Tindak SPPG Nakal
Kapolres Sumenep Sidak Toko Kembang Api, Larang Penjualan Petasan Berdaya Ledak Tinggi Saat Ramadan
Ambil Batu, Sopir Pick Up di Pragaan Tewas Usai Kendaraan Terjun ke Jurang
Ratusan Peserta Hadiri Sosialisasi Empat Pilar, Generasi Muda Diminta Bijak Bermedia
Penguatan Empat Pilar Kebangsaan, Said Abdullah Ajak Perempuan Jadi Agen Persatuan

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:35 WIB

Limbah MBG Disorot, DLH Sumenep Turun Tangan, 13 SPPG Siap-Siap Ditutup!

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:54 WIB

Agus, Inung, atau Rahman: Siapa yang akan Jadi Tangan Kanan Bupati Sumenep?

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:58 WIB

Program MBG Tercoreng, Dinkes P2KB Sumenep Diminta Tegas Tindak SPPG Nakal

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:17 WIB

Kapolres Sumenep Sidak Toko Kembang Api, Larang Penjualan Petasan Berdaya Ledak Tinggi Saat Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:07 WIB

Ambil Batu, Sopir Pick Up di Pragaan Tewas Usai Kendaraan Terjun ke Jurang

Berita Terbaru

BERDINAS: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, saat diwawancarai (SandiGT - Seputar Jatim)

Pemerintahan

DKPP Sumenep Kucurkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan Tahun 2026

Senin, 23 Feb 2026 - 11:22 WIB