Dua Poktan Borong Juara, DKPP Sumenep Mantapkan Diri sebagai Laboratorium Inovasi Tembakau Jatim

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERBAHAGIA: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, usai menerima penghargaan inovasi pertanian tingkat Jawa Timur (Doc. Seputar Jatim)

BERBAHAGIA: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, usai menerima penghargaan inovasi pertanian tingkat Jawa Timur (Doc. Seputar Jatim)

SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali membuktikan diri sebagai daerah dengan inovasi pertanian paling progresif di Jawa Timur.

Tahun ini, dua kelompok tani (Poktan) asal Sumenep sukses mendominasi ajang Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau dalam rangkaian Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur 2025, dengan meraih Juara 1 dan Juara 2 sekaligus.

Prestasi ganda tersebut tidak sekadar mencatatkan kemenangan di tingkat provinsi, tetapi turut menandai pergeseran paradigma baru dalam manajemen tembakau Sumenep yang kini semakin berbasis teknologi hayati dan kreativitas lokal petani.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Turun ke Akar Rumput, Genjot Pencegahan Kekerasan Anak di Titik Rawan

Poktan Al Muawwanah dari Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, keluar sebagai juara pertama melalui inovasi penggunaan Trichoderma dalam fermentasi bokashi. Pendekatan ini memaksimalkan potensi mikroorganisme lokal untuk mengurangi penggunaan pupuk serta pestisida kimia.

Metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas daun, memperkuat ketahanan tanaman, dan menekan biaya produksi. Tembakau hasil garapan Al Muawwanah dinilai lebih stabil secara karakter dan memiliki mutu yang unggul dibandingkan metode konvensional.

Sementara itu, Poktan Al Ikhlas Lebeng Timur dari Kecamatan Pasongsongan meraih posisi kedua dengan inovasi pemanfaatan asam amino dari tanaman kelor sebagai suplemen organik untuk tembakau.

Inovasi ini dipandang sebagai terobosan murah, mudah diadopsi, dan berkelanjutan, terlebih kelor merupakan tanaman yang melimpah di wilayah pesisir serta mudah diolah oleh petani.

Baca Juga :  Medco Energi Gandeng Pemkab Sumenep Tanam 1.300 Pohon di TPA Batuan, Langkah Nyata Hadapi Krisis Lingkungan

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian dua Poktan tersebut. Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan bahwa petani Sumenep telah melangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

“Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan bahan kimia sekaligus meningkatkan kualitas tembakau lokal,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Ia menegaskan, bahwa pemerintah daerah akan terus menjaga momentum tersebut melalui penguatan pendampingan dan perluasan ruang uji coba inovasi.

“Kami di DKPP berkomitmen penuh mendukung setiap gagasan baru. Ke depan, kami akan memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan. Tembakau adalah komoditas strategis, dan inovasi adalah kunci masa depannya,” tandasnya. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan
Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial
Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi
Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik
Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia
Awal 2026, Bupati Sumenep Rombak OPD Inti, Gagal Capai Target Siap Dievaluasi
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Aturan Perizinan
Pelestarian atau Pemaksaan? Perbup Busana Budaya Sumenep Tuai Gelombang Kritik

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:46 WIB

Eliminasi Bursa Sekda Sumenep, Dua Figur Menguat sebagai Kandidat Paling Diperhitungkan

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:18 WIB

Siapa Pewaris Kursi Sekda Sumenep? Empat Kandidat Dinilai Paling Potensial

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:18 WIB

Rebutan Kursi Sekda Sumenep Memanas, 8 Pejabat Lolos Administrasi

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bappeda Sumenep Matangkan Arah Pembangunan 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:13 WIB

Wabup Sumenep Kawal Diplomasi Pariwisata, Australia Bidik Wisata Kesehatan dan Budaya Dunia

Berita Terbaru