SUMENEP, Seputar Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali membuktikan diri sebagai daerah dengan inovasi pertanian paling progresif di Jawa Timur.
Tahun ini, dua kelompok tani (Poktan) asal Sumenep sukses mendominasi ajang Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau dalam rangkaian Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur 2025, dengan meraih Juara 1 dan Juara 2 sekaligus.
Prestasi ganda tersebut tidak sekadar mencatatkan kemenangan di tingkat provinsi, tetapi turut menandai pergeseran paradigma baru dalam manajemen tembakau Sumenep yang kini semakin berbasis teknologi hayati dan kreativitas lokal petani.
Poktan Al Muawwanah dari Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, keluar sebagai juara pertama melalui inovasi penggunaan Trichoderma dalam fermentasi bokashi. Pendekatan ini memaksimalkan potensi mikroorganisme lokal untuk mengurangi penggunaan pupuk serta pestisida kimia.
Metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas daun, memperkuat ketahanan tanaman, dan menekan biaya produksi. Tembakau hasil garapan Al Muawwanah dinilai lebih stabil secara karakter dan memiliki mutu yang unggul dibandingkan metode konvensional.
Sementara itu, Poktan Al Ikhlas Lebeng Timur dari Kecamatan Pasongsongan meraih posisi kedua dengan inovasi pemanfaatan asam amino dari tanaman kelor sebagai suplemen organik untuk tembakau.
Inovasi ini dipandang sebagai terobosan murah, mudah diadopsi, dan berkelanjutan, terlebih kelor merupakan tanaman yang melimpah di wilayah pesisir serta mudah diolah oleh petani.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian dua Poktan tersebut. Menurutnya, kemenangan ini menunjukkan bahwa petani Sumenep telah melangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
“Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan bahan kimia sekaligus meningkatkan kualitas tembakau lokal,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan, bahwa pemerintah daerah akan terus menjaga momentum tersebut melalui penguatan pendampingan dan perluasan ruang uji coba inovasi.
“Kami di DKPP berkomitmen penuh mendukung setiap gagasan baru. Ke depan, kami akan memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan. Tembakau adalah komoditas strategis, dan inovasi adalah kunci masa depannya,” tandasnya. (Sand/EM)
*
Penulis : Sand
Editor : EM
Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com









