Job Fair Sumenep Dinilai Tak Optimal, Ratusan Pencari Kerja Menanti Kepastian

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUMENEP, Seputar Jatim – Pelaksanaan Job Fair di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diharapkan menjadi sarana efektif mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri, dinilai masih memerlukan evaluasi menyeluruh.

Dari total 850 pencari kerja yang tercatat mengikuti Sumenep Job Fair, sebanyak 392 orang berhasil ditempatkan bekerja. Artinya, lebih dari separuh peserta belum memperoleh kepastian kerja setelah kegiatan tersebut berakhir.

Capaian ini kembali menyoroti tantangan yang kerap muncul dalam pelaksanaan job fair, mulai dari komitmen perusahaan peserta, mekanisme pemantauan pascakegiatan, hingga kesesuaian antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep, Heru Santoso mengungkapkan, bahwa hingga saat ini masih terdapat perusahaan peserta yang belum menyerahkan laporan resmi hasil rekrutmen.

“Beberapa perusahaan, khususnya dari luar daerah, belum menyampaikan laporan. Sudah kami hubungi dan hal ini akan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya, Rabu (6/1/2026).

Baca Juga :  Jalan Rusak 10 Tahun Dibiarkan, Warga Pragaan Laok Terpaksa Gantikan Peran Pemerintah Desa

Ia menegaskan, pihaknya memiliki kewenangan untuk tidak kembali melibatkan perusahaan yang dinilai kurang kooperatif dalam agenda job fair selanjutnya, sebagai upaya menjaga akuntabilitas dan kualitas program.

Selain itu, ia juga menyoroti faktor dari sisi pencari kerja. Menurutnya, tidak sedikit peserta yang memilih mengundurkan diri setelah mengetahui sistem kerja maupun besaran upah yang ditawarkan.

“Sebagian peserta merasa belum cocok atau belum siap. Ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kesiapan dan mentalitas pencari kerja,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan di Sumenep tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kesenjangan ekspektasi antara pencari kerja dan dunia usaha.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan justru mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang benar-benar siap bekerja. Situasi saling menunggu ini kerap membuat job fair berhenti pada tahapan pertemuan awal, tanpa berdampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran.

Sebagai langkah alternatif, Disnaker Sumenep mulai mengembangkan pola rekrutmen langsung yang dilaksanakan di kantor Disnaker. Pola ini dinilai lebih efektif karena proses seleksi dan penempatan dapat dipantau secara langsung.

“Kami membuka rekrutmen langsung di aula Disnaker dan menginformasikan lowongan melalui media sosial. Sejumlah perusahaan rutin memanfaatkan skema ini,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Masdawi, menilai capaian job fair tersebut masih belum optimal dan memerlukan pembenahan ke depan.

“Tujuan job fair adalah menekan angka pengangguran. Jika tingkat serapannya masih di bawah 50 persen, tentu perlu evaluasi agar ke depan lebih efektif,” ujarnya.

Baca Juga :  MENUMBUHKAN ASA DI PAUD RA: Integrasi Inquiry, PjBL, dan Computational Thinking Dalam Dekapan Kurikulum Berbasis Cinta

Masdawi juga menekankan pentingnya seleksi yang lebih ketat terhadap perusahaan peserta serta pembekalan keterampilan dasar bagi pencari kerja sebelum kegiatan job fair dilaksanakan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih nyata oleh masyarakat. (Sand/EM)

*

Penulis : Sand

Editor : EM

Sumber Berita: https://www.seputarjatim.com

Follow WhatsApp Channel seputarjatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung
Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim
UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi
ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H
Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya
Ketua DPRD Sumenep Siap Sidak SPPG, Usut Laporan MBG Tak Layak dan Tanpa IPAL
Usai Disuspend, SPPG Pakamban Laok 2 Mendadak akan Distribusikan MBG Saat Sekolah Libur
SPPG Diduga Lakukan Pembungkaman, Satgas Sumenep Minta Guru dan Warga Berani Laporkan MBG Tak Layak

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:09 WIB

Mudik Gratis 2026 Bareng Bupati Sumenep, Ratusan Perantau di Jakarta Pulang Kampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:23 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Abd Aziz Salim Syabibi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:42 WIB

UKM Sanggar Lentera UPI Sumenep Gelar Buka Puasa Bersama Lintas Generasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:00 WIB

ASN Sumenep Salurkan 3.322 Paket Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri 1447 H

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

Kembali Beroperasi Usai Disuspend, MBG SPPG Pakamban Laok 2 Diprotes: Tutup Saja Dapurnya

Berita Terbaru